12 August 2010

Refleksi Ramadhan : PENGANTAR

2 Ramadhan 1431H.
Oleh : Syaikh

PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Ta’ala, kami memuji-Nya dan minta tolong kepada-Nya, kami beristighfar dan bertaubat kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari segala kejahatan diri dan amal kami, orang yang Allah telah beri petunjuk tak satu orang pun yang bisa menyesatkannya, dan orang yang Allah telah sesatkan maka tak ada seorang pun yang bisa memberi petunjuk.

Aku bersaksi tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Esa, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, juga keluarga dan shahabatnya serta para pengikutnya sampai hari kiamat. Amma ba’du.

Buku yang ada di hadapan anda ini, adalah merupakan salah satu silsilah dari “ad-durus al-ilmiyyah al-’ammah” yang biasa saya sampaikan di Mesjid Jami’ Buraidah, dan ini adalah seri ketujuh, kedelapan dan kesembilan.

Saya sampaikan buku ini di awal bulan Ramadhan tahun 1410 H dan baru dicetak setelah ditashih (periksa) mendekati bulan Ramadhan tahun 1411 H dengan harapan bermanfaat bagi kaum muslimin di pelosok dunia terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini.

Saya merasa puas dan senang dengan orang-orang yang selalu ada di mesjid sepanjang bulan Ramadhan untuk mendengarkan nasihat serta menunaikan shalat baik laki-laki ataupun perempuan, dalam hal ini para ulama dan para da’i memiliki hak yang besar, dari sekian haknya adalah memperkaya mereka dengan buku atau kitab-kitab nasihat, taujih (asahan) yang beraneka macam yang cocok dengan levelnya serta bisa menyelesaikan segala permasalahannya.

Kitab apa pun juga, terkadang dibaca oleh seribu atau sepuluh ribu, tetapi kitab yang memiliki tujuan seperti ini akan didengar ratusan ribu dari berbagai macam lapisan masyarakat di berbagai mesjid, boleh jadi mereka bukan yang biasa baca buku dan mendengarkan ceramah atau kaset-kaset (ceramah), lantas di manakah antum wahai para da’i?

Sedikit sekali orang yang memiliki perhatian terhadap pekerjaan mulia seperti ini, termasuk para pelajar.

Tidak sedikit buku seperti ini beredar, namun buku ini sangat tepat sekali bila dijadikan bahan bacaan bagi para imam mesjid dan yang lainnya setelah shalat Ashar atau sebelum shalat Isya, kemudian menyampaikannya dengan metode yang tepat dan secara bertahap.

Semoga Allah menjadikan amal ini ikhlas karenanya, dan bermanfaat bagi hamba hamba-Nya, dan saya memohon kepada anda –pembaca yang saya cintai- untuk mendoakan saya, yang dengannya kita bisa selamat, begitu juga berdoalah untuk saudara kita yang bekerja keras mengoreksi buku ini, menelaah, mencetak dan membagikannya. Jazahumullah khairan.

Ya Allah jadikan Ramadhan ini datang kepada kami dengan membawa kedamaian, keimanan, dan kesalamatan. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin

Penulis,

Wanita di Bawah Naungan Islam : Perbedaan-Perbedaan Karakter dan Tabi’at

2 Ramadhan 1431H.
Oleh : Said Abdul Aziz al-Jandul

Allah Yang Maha Kuasa dikala menciptakan masing-masing laki-laki dan perempuan, Dia menciptakan pada masing-masing mareka naluri, kecenderungan, bakat dan fungsi-fungsi anggota tubuh yang berbeda, sehingga masing-masing siap untuk melakukan tugas sesuai dengan yang disiapkan oleh-Nya. Maka dari itu, ketika seorang laki-laki ingin meniru sebagian karakter kaum perempuan, Allah hanya mencabut sifat kelelakian dari dirinya. Dan pada waktu perempuan berupaya melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh kaum lelaki, yang sebenarnya bertentangan dengan kodrat jasmani dan jiwanya, maka sebenarnya ia telah menempuh jalan yang bertentangan dengat kodrat dirinya. Waktu dan tempat dalam pase kehidupan apapun tidak akan dapat merubah realitas kodrat itu sedikit pun, maka lelaki akan tetap lelaki dengan segala karakter kodratnya, baik ia mau ataupun tidak; perempuan pun demikian, tetap dengan segala karakter kodratinya sebagaimana Allah ciptakan. Maka dari itulah Allah Subhaanahu Wata'ala memberikan kelebihan kepada kaum lelaki atas kaum perempuan dalam masalah-masalah kehidupan, yang insya Allah akan penulis uraikan bersama faktor-faktor yang menuntutnya untuk itu. Di antara perbedaan itu ialah:

Perbedaan di Dalam Menanggung Beban Ekonomi

Telah penulis sebutkan pada kajian terdahulu bagaimana Islam memelihara kaum perempuan dari kenistaan dan menjauhkannya dari beban kerja keras dan bersusah payah. Islam membebaskannya dari seluruh beban kehidupan perekonomian, karena sebelum ia menikah, Islam mewajibkan kepada kerabat dekatnya (kaum lelaki) untuk menafkahinya, dan jika ia tidak mempunyai kerabat dekat lelaki maka yang menanggung nafkahnya adalah Baitul mal milik kaum muslimin. Dan sesudah menikah, Islam membebaskannya dari beban mencari penghidupan dan menyerahkan semuanya kepada tanggung jawab suami, sampai sekalipun sang istri itu seorang perempuan kaya. Maka sebelum suami mencampurinya, Islam mewajibkan kepada suami membayar mahar kepada istri dan menyediakan rumah sebagai tempat tinggalnya. Dan sesudah akad nikah, Islam membebankan kapada suami seluruh hak-hak perekonomian. Maka dari itu, perempuan muslimah benar-benar memperoleh derajat penghargaan dan penghormatan paling tinggi di bawah naungan Syari’at Islam; sementara di sisi lain, kaum lelaki mempunyai kelebihan atas mereka.

Perbedaan di Dalam Pembagian Harta Warisan

Teori yang dimiliki Islam di dalam pembedaan antara (bagian) laki-laki dan perempuan (dalam pembagian harta warisan) adalah teori ekonomi murni, yaitu teori yang dibangun di atas prinsip “Bahwa laki-lakilah yang bertanggung-jawab atas urusan keluarga dan dia pulalah yang menyandang beban menafkahi mereka, di samping tugas-tugas lain yang dibebankan kepadanya di masyarakat di mana perempuan tidak dibebani.” Maka kalau Islam memberikan kepada perempuan setengah dari bagian yang diterima laki-laki (1:2) dari harta warisan, sedangkan perempuan tidak bertanggungjawab untuk memberikan nafkah hingga terhadap dirinya sekalipun, dan sekalipun ia adalah perempuan kaya, maka yang demikian itu adalah puncak kebijaksanaan dan keadilan. Sebab tidak rasional kalau pembagian disamaratakan antara orang yang mempunyai tanggungan mengemban semua beban kehidupan perekonomian dengan orang yang tidak dibebani sedikitpun daripadanya.

Sungguh, Islam benar-benar sangat pemurah lagi toleran karena telah membebaskan perempuan dari segala beban perekonomian dan menyandangkan sepenuhnya di atas pundak laki-laki, lalu setelah itu Islam masih memberi kepada perempuan separoh bagian harta waris dari bagian yang diterima laki-laki. Jadi, tidak ada ruang untuk menuntut persamaan bagian perempuan dengan laki-laki dalam pembagian harta waris dan tidak juga ada tempat untuk dikatakan bahwa hal itu mengandung penghinaan terhadap kemanusian atau kedudukan perempuan, serta tidak ada artinya pula memojokkan Islam dalam masalah itu dan menjadikan masalah warisan sebagai sarana untuk menuduh bahwa pembagian yang seperti itu merendahkan martabat kaum perempuan. Bagaimana ungkapan seperti itu dilontarkan, padahal Islam sendiri telah memberikan kepada perempuan haknya di dalam harta warisan yang pada masa Jahiliyah mereka tidak mendapatkan bagian sedikit pun, juga pada bangsa-bangsa lainnya yang terdahulu dan pada sebagian bangsa modern sekarang ini. Sebagai contoh adalah yang terjadi di sebagian daerah Skandanivia, di negeri itu hingga sekarang masih membedakan antara kaum lelaki dan kaum perempuan dalam pembagian harta warisan, di mana laki-laki diberi lebih banyak daripada perempuan sekalipun mereka sama-sama menanggung beban perekonomian.

Sesudah itu semua, sesungguhnya pembedaan bagian harta waris antara laki-laki dan perempuan itu tidak pada setiap keadaan, karena Al-Qur’an telah menetapkan persamaan hak bagian harta warisan pada bagian ibu dan ayah apabila anaknya yang meninggal dunia itu meninggalkan beberapa anak laki-laki. Allah berfirman,

وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ

“Dan dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak.” (An-Nisa’: 11).

Demikian pula (kesamaan bagian) antara saudara laki-laki dan saudara perempuan seibu jika saudara laki-laki itu tidak mempunyai asal laki-laki (ayah dan seterusnya) atau fara’ (anak laki-laki dan ke bawah) pewaris, maka masing-masing berhak menerima 1/6 dari harta waris. Kalau saudara seibu itu lebih dari dua orang, maka mereka semua mendapat bagian yang sama dari 1/3 bagian harta warisan, baik laki-laki maupun perempuan. Demikian Allah berfirman,

وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ

“Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak pula meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari dua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu.” (An-Nisa’: 12).

Yang jelas, bahwa ada beberapa kondisi yang tidak merealisasikan persamaan hak bagian antara laki-laki dan perempuan di dalam harta warisan, hal itu terjadi karena ada tanggungjawab memberi nafkah, yaitu tanggung jawab yang dipikulkan di atas pundak laki-laki, bertolak dari Qa’idah Syar’iyah: “Al-Ghunmu bil-ghurmi atau al-Ghurmu bil-ghunm”. Maksudnya adalah bahwa seseorang itu diberi sesuai dengan tanggungjawabnya, atau tanggungjawabnya itu sesuai dengan apa yang diberikan kepadanya. Maka dari itu, tidak adil kalau perempuan diberi sebesar bagian laki-laki, karena laki-laki sajalah yang menanggung tanggungjawab memberikan nafkah, sedangkan perempuan tidak.

Jadi, masalahnya di sini adalah dibangun berdasarkan prinsip keadilan bukan berdasarkan merendahkan mertabat dan kedudukan perempuan atau nilai sosialnya, sebagaimana anggapan orang-orang bodoh yang tidak mengerti hikmah tasyri’ (penetapan hukum Islam).

Wanita di Bawah Naungan Islam : Kesaksian

2 Ramadhan 1431H.
Oleh : Said Abdul Aziz al-Jandul

Dasar hukumnya dalam masalah ini adalah firman Allah,

وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى

“Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu. Jika tidak ada dua laki-laki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya.” (Al-Baqarah; 282).

Ayat ini secaya jelas menegaskan bahwa kesaksian yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memastikan hak-hak (orang lain) adalah kesaksian dua orang laki-laki yang adil atau seorang lelaki dan dua orang perempuan. Topik masalah kesaksian adalah seperti topik dalam masalah harta warisan yang sering dijadikan sebagai bahan oleh musuh-musuh Islam untuk menyudutkan Islam, bahwa Islam telah merendahkan kedudukan kaum perempuan.

Sebenarnya, pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam masalah (kesaksian) ini tidak ada kaitannya dengan masalah persamaan, melainkan karena keterpaksaan (darurat) yang mengharuskannya demikian, yaitu bahwa Islam telah membebaskan perempuan dari seluruh tanggung jawab materi (nafkah) supaya perempuan dapat berkonsentrasi melakukan misinya, terutama mendidik anak-anaknya yang banyak menyita kebanyakan waktunya di rumah, dan jauh dari pasar-pasar perniagaan yang di situ terjadi transaksi jual-beli.

Maka dari itu, kesaksian kaum perempuan di dalam transaksi keuangan itu jarang terjadi, karena sekalipun kaum perempuan singgah atau lewat di pasar-pasar, namun mereka tidak memperhatikan transaksi-transaksi yang sedang terjadi di antara kaum lelaki, karena mereka merasa bahwa masalah transaksi itu bukan urusan mereka. Ini dari satu sisi. Di sisi lain, karena perempuan sudah tidak dibebani urusan kehidupan material, maka mereka menjadi tidak memperhatikan masalah itu, dan biasanya daya ingat itu kurang siap untuk merekam segala sesuatu yang tidak menjadi perhatiannya.

Hal lain adalah bahwa fikiran kaum perempuan, karena diciptakan oleh Allah sedemikian rupa, selalu terpusatkan kepada masalah kehidupan suami-istri, urusan rumah dan mendidik anak serta kepada hal-hal yang ada hubungannya dengan kehidupan khusus yang berkaitan dengan kaum perempuan, adapun selain masalah-masalah yang seperti itu biasanya mereka kurang menjadikannya sebagai bahan untuk direkam di dalam ingatannya.

Jadi, lupa terhadap urusan-urusan material yang menjadi tanggungjawab kaum lelaki itu adalah hal yang sangat mungkin terjadi bagi kaum perempuan. Oleh karena itu alasan ayat di atas, kenapa kesaksian dua orang perempuan sebagai ganti dari seorang laki-laki, adalah kemungkinan terjadinya kelupaan dari salah satunya. Maka dari itu ayat tersebut mengatakan, “Supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya.”

Jadi masalahnya adalah bukan masalah merendahkan kedudukan perempuan atau tidak mengakui keahlian mereka, dan dalam masalah itu juga tidak ada kesan merendahkan kedudukan mereka, sebagaimana diklaim oleh orang-orang yang suka mengaburkan Islam. Jadi, masalahnya adalah masalah kemungkinan akan terjadi kelupaan dalam perkara-perkara yang biasanya tidak menjadi perhatian kaum perempuan dan mereka tidak biasanya untuk merekamnya di dalam ingatannya.

DOSA-DOSA YANG DIANGGAP BIASA : TIDAK THUMA’NINAH DALAM SHALAT

2 Ramadhan 1431H.
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid

6. TIDAK THUMA’NINAH DALAM SHALAT

Di antara kejahatan pencurian terbesar adalah pencurian dalam shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.


“Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dari shalatnya.” Mereka bertanya, “Bagaimana ia mencuri dari shalatnya?” Beliau menjawab, “Ia tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya.”( Hadits riwayat Ahmad, 5/310 dan dalam Shahihul Jami’ hadits no.997)

Meninggalkan thuma’ninah( Thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota-anggota badan, para ulama memberi batasan minimal yaitu sekedar waktu yang diperlukan untuk membaca tasbih. Lihat Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, 1/124 (pent).); Tidak meluruskan dan mendiamkan punggung sesaat ketika ruku’ dan sujud; Tidak tegak ketika bangkit dari ruku; serta ketika duduk antara dua sujud; Semuanya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin. Bahkan, hampir bisa dikatakan, tak ada satu masjid pun kecuali di dalamnya terdapat orang-orang yang tidak thuma’ninah dalam shalatnya.

Thuma’ninah adalah rukun shalat, tanpa melakukannya shalat menjadi tidak sah. Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


لاَ تُجْزِئُ صَلاَةُ الرَّجُلِ حَتَّى يُقِيْمَ ظَهْرَهُ فِي الرُّكُوْعِ وَالسُّجُوْدِ.


“Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia meluruskan punggungnya ketika ruku’ dan sujud.”( Hadits riwayat Abu Daud, 1/533, dalam Shahihul Jami’ , hadits no. 7224.)

Tak diragukan lagi, ini suatu kemungkaran. Pelakunya harus dicegah dan diperingatkan akan ancamannya. Abu Abdillah Al-Asy’ari berkata, “(Suatu ketika) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama para sahabatnya, kemudian beliau duduk bersama sekelompok dari mereka. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan berdiri menunaikan shalat. Orang itu ruku’ lalu sujud dengan cara mematuk,( Sujud dengan cara mematuk maksudnya, sujud dengan cara tidak menempelkan hidung di lantai. Dengan kata lain, sujud itu tidak sempurna. Sujud yang sempurna adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas, bahwasanya ia mendengar Nabi bersabda, “Jika seorang hamba sujud, maka ia sujud dengan tujuh anggota badan(nya); Wajah, dua telapak tangan, dua lutut dan dua telapak kakinya.” HR. Jama’ah, kecuali Al-Bukhari, Lihat Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, 1/124.) maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


أَتَرَوْنَ هَذَا؟ مَنْ مَاتَ عَلَى هَذَا مَاتَ عَلَى غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ، يَنْقُرُ صَلاَتَهُ كَمَا يَنْقُرُ الْغُرَابُ الدَّمَ، إِنَّمَا مَثَلُ الَّذِيْ يَرْكَعُ وَيَنْقُرُ فِيْ سُجُوْدِهِ كَالْجَائِعِ لاَ يَأْكُلُ إِلاَّ التَّمْرَةَ وَالتَّمْرَتَيْنِ فَمَاذَا يُغْنِيَانِ عَنْهُ.


“Apakah kalian menyaksikan orang ini? Barangsiapa meninggal dengan keadaan seperti ini (shalatnya) maka dia meninggal di luar agama Muhammad. Ia mematuk dalam shalatnya sebagaimana burung gagak mematuk darah. Sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dan mematuk dalam sujudnya adalah bagaikan orang lapar yang tidak makan kecuali sebutir atau dua butir kurma, bagaimana ia bisa merasa cukup (kenyang) dengannya?”(Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1/332. Lihat pula Shifatu Shalatin Nabi, oleh Al-Albani hal 131.), Zaid bin Wahb berkata, Hudzaifah pernah melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’ dan sujud(nya). Ia lalu berkata, “Kamu belum shalat, seandainya engkau mati (dengan membawa shalat seperti ini) niscaya engkau mati di luar fitrah (Islam) yang sesuai dengan fitrah tersebut Allah menciptakan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”( Hadits riwayat Al-Bukhari, Fathul Bari, 2/274.)

Orang yang meninggalkan thuma’ninah ketika mengerjakan shalat, sedang ia mengetahui hukumnya, maka wajib baginya mengulangi shalatnya seketika dan bertaubat atas shalat-shalat yang dia lakukan tanpa thuma’ninah pada masa-masa lalu. Ia tidak wajib mengulangi shalat-shalatnya di masa lalu, berdasarkan hadits,


اِرْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ.


“Kembalilah dan shalatlah, sesungguhnya engkau belum shalat.”

DOSA-DOSA YANG DIANGGAP BIASA : DUDUK BERSAMA ORANG-ORANG MUNAFIK ATAU FASIK UNTUK BERAMAH TAMAH

2 Ramadhan 1431H.
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid

5. DUDUK BERSAMA ORANG-ORANG MUNAFIK ATAU FASIK UNTUK BERAMAH TAMAH

Banyak orang lemah iman sengaja bergaul dengan sebagian orang fasik dan ahli maksiat, bahkan mungkin bergaul pula dengan sebagian orang yang menghina syariat Islam, melecehkan Islam dan para penganutnya. Tidak diragukan lagi, perbuatan semacam itu adalah haram dan membuat cacat aqidah. Allah berfirman,

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (Al-An’am: 68)

Karenanya, jika keadaan mereka sebagaimana yang disebutkan oleh ayat di muka, betapapun hubungan kekerabatan, keramahan dan manisnya mulut mereka, kita dilarang duduk bersama mereka. Kecuali bagi orang yang ingin berda’wah kepada mereka, membantah kebatilan atau mengingkari mereka, maka hal itu dibolehkan. Adapun bila hanya diam, atau malah rela dengan keadaan mereka, maka hukumnya haram. Allah berfirman, “Jika sekirannya kamu ridha kepada mereka maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.” (At-Taubah: 96)

SOLAT HAJAT, YAASIN DAN DOA UNTUK ISTERI PJ PERAK

2 Ramadhan 1431H


Seluruh ahli PAS dan penyokong PAS diseru solat Hajat, baca Yaasin dan munajat agar isteri Ust. Abu Bakar Husein, Pesuruhjaya PAS Perak disembuhkan oleh Allah swt. Isteri PJ Perak Ustazah Hajjah Rafeah bt Ramli menderita sakit sekian lama. Kini beliau terlantar di Hospital Besar Ipoh dalam keadaan tenat dan kritikal. Ahli PAS dan para penyokong yang ingin menziarahinya boleh melawat di wad 2c bilik 1, Hospital Besar Ipoh.

Kerajaan tarik balik senarai hitam saman ekor

1 Ramadhan 1431H.
Harakahdaily

PUTRAJAYA, 11 Ogos: Kerajaan menarik balik tindakan menyenaraihitamkan kenderaan pesalah-pesalah trafik akibat saman ekor buat sementara waktu bermula hari ini hingga 28 Februari tahun depan.

Menteri Pengangkutan, Datuk Seri Kong Cho Ha berkata, ini berikutan keputusan memberi kelonggaran semasa musim perayaan yang akan tiba tidak lama lagi.

Langkah ini adalah kemenangan besar bagi perjuangan menentang saman ekor yang dibuat oleh rakyat negara ini khasnya dari PAS sendiri.

Naib Presiden PAS, Mahfuz Omar (gambar) bersama rakan-rakannya telah menubuhkan Jawatankuasa Kempen Anti Saman Ekor (Kase) dan bergerak ke seluruh negara bagi menentangnya.

Pada 5 Ogos lepas, beliau bersama rakan-rakannya ke pejabat Menteri Pengangkutan, Datuk Seri Kong Cho Ha bagi berbincang mengenai tindakan Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) menghalang pemilik kenderaan memperbaharui cukai jalan dan lesen kenderaan akibat menerima saman ekor.

Namun, hanya setiausaha akhbar menteri berkenaan bertemu dengan mereka.

Jawatankuasa berkenaan juga telah mengatur satu pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein bagi membincangkan perkara sama.

Semalam, 10 Ogos, Kase telah membuat aduan kepada Suhakam bagi meminta badan hak asasi manusia membantu rakyat memperjuangkan hak mereka.

"Kami berharap pihak menteri tidak ada masalah dengan pertemuan ini kerana isu ini melibatkan rakyat secara keseluruhannya.

"Kami minta pihak Kementerian Pengangkutan membuat keputusan bijak dengan mengarahkan JPJ membatalkan black list tersebut dan izinkan orang ramai untuk perbaharui cukai jalan.

"Kase juga akan tetapkan satu tarikh untuk bertemu Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Hishammuddin untuk berbincang isu saman ekor ini kerana pihak polis pun memainkan peranan dalam mengenakan saman ekor ini," kata Mahfuz pada sidang media selepas mempengerusikan mesyuarat jawatankuasa itu di Ibu Pejabat PAS di sini 2 Ogos lepas.

RUPANYA KHIR TOYO DAN NOH OMAR YANG PUJUK EZAM MASUK UMNO

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: WFAUZDIN NS

BILA kita baca laporan Bernama di sini, tahulah kita bahawa raja sesumpah Ezam dipujuk oleh Khir Toyo dan Noh Omar sebaik sahaja raja sesumpah ini keluar dari PKR. Oleh itu, pelik apa bila kita melihat bersungguh benar raja sesumpah ini memburukkan DS Anwar dan Pembangkang di samping terus memuja dan memuji Umno.

Di dalam kempen `Selamatkan Selangor' yang terakhir di Jalan Kebun yang hanya dihadiri sekitar 300 orang itu, raja sesumpah seperti biasa menyebut nama DS Anwar kerana itu adalah `sumpahannya' setiap kali berceramah.

Rakyat Selangor akan membuktikan kepada raja sesumpah bahawa `sumpahannya' itu akan makan tuan. Umno tidak lagi punyai harapan di Selangor kerana rakyat Selangor telah lama memberi peluang kepada Umno memerintah tetapi yang semakin kaya raya adalah pemimpin Umno termasuk Khir Toyo. Dan, inilah pemimpin yang raja sesumpah jadikan kawan.

Kini, giliran PR pula `membeli' apa yang `dijual' oleh kumpulan raja sesumpah. Sesi penerangan kepada seluruh pelosok negeri Selangor akan diketuai oleh Us Dr Badrul Amin Bahron meliputi madrasah dan masjid demi untuk menyelamatkan rakyat Selangor dari diracuni oleh pemikiran orang yang kecewa seperti raja sesumpah dan gerombolannya.

Akhirnya, marilah kita tonton video klip di atas untuk kita mengenali raja sesumpah. Siapakah dia kumpulan lemah semangat itu? Siapakah yang masuk Umno itu ikhlas ?

TEH TAREK PERASA BABI ?

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: KALIMAJARO I



Antara dua kedai

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: Tukar Tiub

ANTARA DUA BERITA

nota:
sila baca laporan ini.
satu mendapat laporan muka hadapan melayu.
ini kerana berita sepeti ini memburukkan
kerajaan pakatan rakyat di pulau pinang.

tidak ada pula dilaporkan bagaiamana kerjaan
pulau pinang berunding dan menyediakan tempat
gantian.

satu lagi di putrajaya - langsung tidak ada
laporan diakbar dan media - peniaga ini akan
di singkir untuk memberi laluan kepada
sayarikat luar negara

seluruh rakyat malaysia wajib sedar
cara terbaik untuk deriat rakyat
dilapor dalam akhbar ialah dengan mendirikan
kerajaan pakatan di negeri sembilan, melaka,
johor, pahang dan terangganu - kalau negeri
di bawah kerajaan pakatan - pasti berita derita
rakyat akan tersiar.

kalau masih bodoh dan memileh gerombolan
maka hidup akan terus derita tanpa ada
laporan berita.

kurang kurang dapat tengok muka dalam tv kah kah kah

PENIAGA NEKAD TERUSKAN OPERASI - melayu

PULAU PINANG 9 Ogos - Meskipun dihalang beroperasi, para peniaga Bazar Ramadan di Kompleks Tun Abdul Razak (Komtar) di sini nekad meneruskan perniagaan di lokasi itu kerana percaya mereka mempunyai hak berbuat demikian.

Tanpa mengendahkan petugas keselamatan yang mengawal tapak berkenaan hari ini, mereka membawa masuk segala barangan jualan ke dalam gerai masing-masing walaupun ia masih belum siap sepenuhnya.

Dalam keadaan cahaya samar-samar kerana ketiadaan lampu, ia langsung tidak menjejaskan semangat para peniaga terbabit yang hanya mahu mencari peluang menambah pendapatan di bazar yang telah 20 tahun beroperasi setiap kali tibanya Ramadan itu.

Peniaga kain, Saira Banu Abdul Latiff, 48, berkata, dia telah membayar sewa gerai sebanyak RM1,800 kepada Dewan Perniagaan Komtar selaku penganjur Bazar Ramadan untuk tempoh sebulan selepas permohonannya diluluskan.

Justeru, jelasnya, beliau berhak menjalankan perniagaan di situ kerana telah memenuhi semua syarat yang ditetapkan.

"Ini hak kami (peniaga), kami bukan beri rasuah untuk berniaga di sini, kami guna saluran yang betul. Kenapa pula kami tidak dibenarkan berniaga?

PENIAGA ALAMANDA DAKWA DITEKAN AKHIRNYA DITENDANG

NAMA saya Fahmi Fabilah, saya adalah salah seorang peniaga yang tidak disambung kontrak perniagaan di Suria KLCC di Alamanda, Putrajaya. Saya berniaga kemeja T buatan tempatan bernama Malaya Distro.

Alasan 'bijak' yang pertama mereka kepada saya ialah: Saya tidak dibenarkan lagi menjual kemeja T atas alasan penyewa kedai mengadu perniagaan mereka turun.

Ingin memberitahu bahawa ada yang saya lakukan ialah persaingan yang sihat.

Alasan kedua ialah kerana memiliki tiga push cart (kereta tolak). Tapi bagaimana pula dengan Pizzahut, KFC dan RASAMAS yang bernaung di bawah syarikat yang sama?
Sangat tidak munasabah jika ia dijadikan sebab untuk 'menendang' saya keluar. Apakah wujud diskriminasi di sini?

Saya boleh buktikan bagaimana terdapat diskriminasi dalam pengurusannya. Disebabkan rasa tidak puas hati, saya menceritakan perihal mereka ini difacebook saya. Gempar seketika apabila tulisan saya sampai ke KLCC.

Dan seingat saya, ada sokongan dari individu yang mahukan perkara itu ditujukan kepada Tun Mahathir. Mungkin 'goyang' dengan sokongan itu, mereka telah membuat temujanji dengan saya di sebuah kafe di Alamanda untuk menyelesaikan perkara ini.

Untuk pengetahuan semua, deposit saya RM3,800 masih belum dipulangkan sedangkan saya telah satu bulan keluar dari Alamanda.

Sedangkan surat kontrak tidak disambung saya terima tiga bulan yang lepas. Pihak pegurusan memberi alasan sedang proses. Logikkah tiga bulan proses? Kenapa sewa mahu advance tetapi deposit sampai lambat sebegini rupa?

Bagaimana jika dulu kami bayar sewa lewat satu bulan? Dah pasti saya diperintah keluar. Anda fikirkan bertapa teruknya kelemahan sistem yang mereka jalankan.

Kenapa kita ditindas di tempat sendiri? Di sini suka sangat ingin saya beritahu, anda pergilah ke kompleks beli-belah ternama, anda kiralah berapa peratus peniaga 'Melayu' menyewa di situ?

Tidak sampai 10 peratus. Bukan kerana peniaga Melayu tidak mampu, tetapi kita tidak diberi tempat di situ.

Saya pernah pergi ke kompleks 'baru' di Wangsa Maju. Ruang niaga masih kosong, dan saya memohon ruang niaga. Anda tahu saya dilayan begitu teruk.

Sebulan selepas itu, ruang niaga penuh dengan kaum bukan Melayu. Di sini anda faham bukan, bukan kita tidak mampu, tapi kita ditolak mentah-mentah oleh kuasa mereka. Tetapi kenapa ia juga terjadi di Putrajaya?

Semenjak setahun lalu, Suria KLCC banyak membuat perubahan drastik. Mungkin ini juga strategi halus orang atas untuk menjatuhkan kita? Mari saya rungkaikan satu persatu.
Enam bulan lepas, kami diberi notis untuk membayar sewa pendahuluan (advance rental). Sedangkan kami telah membayar 'deposit' 1+1. Ia adalah notis mengejut ketika itu, kami terpaksa mencari wang sewa untuk dua bulan dalam masa sebulan.

Anda bayangkan betapa kami terpaksa bertungkus lumus mencari RM3,800 minggu ini, dan RM3,800 untuk lagi dua minggu. Dengan gaji pekerja, jumlah sebanyak RM9,000 sebulan, sedangkan perniagaan tidak begitu bagus ketika itu.

Taktik halus yang kedua: Mereka melagakan peniaga tanpa sedar. Ia berlaku sekarang. Caranya begini, dahulu peniaga mainan A di Utara, dan peniaga mainan B di Selatan. Perniagaan mereka sangat bagus.

Cara untuk menjatuhkan salah seorang adalah meletakkan lokasi peniaga mainan A hampir dengan peniaga mainan B.

Secara psikologinya, mereka akan bersaing dan salah seorang akan jatuh. Yang jatuh itulah yang akan terkeluar.

Sekarang anda nampak? Ketika itu, salah seorang dari mereka membuat rayuan untuk pindah tapak. Taktik berjaya bukan.

Taktik ketiga: Mereka mengeluarkan peniaga atas alasan produk tidak boleh dijual lagi. Ini terjadi ke atas saya sendiri.

Harakahdaily/-

Ramadhan: Guan Eng seru rakyat elak fitnah

1 Ramadhan 1431 H

GEORGETOWN, 10 Ogos: Ketua Menteri, Lim Guang Eng menyeru rakyat Pulau Pinang agar mengelakkan fitnah walaupun mempunyai ideologi politik yang berbeza sempena Ramadhan tahun ini.

Katanya, tindakan mengaibkan orang atau meniup sentimen perkauman berdasarkan pembohongan dan berita palsu memang kelaziman tidak sihat yang masih dimainkan.Beliau menyatakan demikian dalam perutusan sempena Ramadhan 1431 Hijrah yang disambut esok, 11 Ogos.

Berikut adalah perutusan penuh beliau.Saya ingin berdoakan agar keberkatan dan kesucian bulan Ramadhan Al-Mubarak pada tahun 1431 Hijrah ini dapat dihalusi dan dinikmati semua berdasarkan perkongsian, pengorbanan dan sumbangan kepada masyarakat.

Kerajaan Pakatan Rakyat (PR) Pulau Pinang akan terus berusaha mendirikan kerajaan berjiwa rakyat dengan berteraskan prinsip 3P – Perkayakan Rakyat, Perkuasakan Rakyat dan Perkasakan Rakyat- dan urus tadbir kerajaan Cekap, Telus dan Akauntabel (CAT). Prinsip integriti dan kebenaran adalah penting dalam pentadbiran negara.

Kerajaan yang baik dan bersih akan dapat jimatkan wang untuk dikongsi bersama rakyat. Ini boleh dilihat buat pertama kalinya semua warga emas yang melebihi 60 tahun telahpun menerima RM100 setiap tahun dan waris akan menerima buat pertama kalinya RM1,000 untuk urusan jenazah. Di samping itu, Pulau Pinang merupakan negeri pertama di Malaysia yang berjaya basmikan miskin tegar pada 2009.

Sebagai Ketua Menteri Pulau Pinang, saya memberi jaminan bahawa amalan CAT akan dilaksanakan tanpa pilih kasih bagi memastikan pentadbiran kerajaan negeri diteruskan dengan tiga teras pembangunan ekonomi yang digariskan iaitu merancakkan pertumbuhan ekonomi (pro-growth), mewujudkan peluang pekerjaan (pro-jobs) dan menjamin keadilan sosio-ekonomi (pro-poor).

Di bulan yang mulia ini juga, saya mengambil semangat Ramadhan Al-Mubarak yang penuh keberkatan ini untuk menyeru rakyat negeri Pulau Pinang agar mengelakkan fitnah walaupun mempunyai ideologi politik yang berbeza.

Tindakan aibkan orang atau meniup sentimen perkauman berdasarkan pembohongan dan berita palsu memang kelaziman tidak sihat yang masih dimainkan. Contohnya dakwaan perarakan Maulud diharamkan diulang-ulangi sungguhpun berjalan seperti dulu kala dan dengan lebih meriah.

Ataupun demonstrasi ke atas dakwaan palsu Bazar Ramadan di Komtar diharamkan oleh sipenganjur yang telah kutip wang sewa daripada peniaga tetapi tidak serahkannya kepada Perbadanan Pembangunan Pulau Pinang(PDC).

Kerajaan negeri sedia menerima cabaran ini dengan tabah hati dan keyakinan serta anggapnya sebagai suatu ujian daripada Tuhan untuk melawan kemungkaran dan fitnah. Ini adalah kerana kerajaan negeri yakin orang Islam, dapat bezakan di antara benar dan salah, hak dan batil, antara maaruf dan mungkar.

Akhirnya, marilah kita menjauhi segala laranganNya bagi mendapatkan puasa yang sempurna sejajar sabda Rasulullah SAW (bermaksud): “Barangsiapa yang berpuasa kerana iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Selamat menyambut Ramadan Al-Mubarak, bulan rahmat yang penuh keberkatan.
Amal Maaruf Nahi Mungkar

Harakahdaily/-

Ramadhan: Penyucian diri kembali kepada fitrah

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat

Manusia terdiri daripada dua unsur yang saling melengkapkan antara satu sama lain. Unsur tersebut ialah tubuh dan roh. Sejak zaman berzaman, tubuh jika mengalami sebarang masalah dapat dirujuk kepada bomoh dan hari ini digelar sebagai doktor.

Kesemuanya ini dirujuk apabila tubuh ditimpa sebarang penyakit. Manakala roh ataupun jiwa, jika ditimpa masalah akan dirujuk kepada pawang. Selalunya penyelesaian kepada masalah ini ialah dengan mengadu kepada kuasa lain dengan cara yang khurafat.

Lalu lahirlah amalan memuja pokok, sungai, batu, cakerawala dan sebagainya.Semua ini menunjukkan keperluan untuk melunaskan fitrah manusia yang ingin bertuhan.

Secara semulajadinya, manusia perlu kepada tuhan. Manusia sendiri tidak boleh menerima dengan akal bahawa dunia ini wujud tanpa pencipta.

Lalu dengan keyakinan inilah, manusia mencari-cari siapakah yang perlu dirujuk ketika menghadapi sebarang masalah. Lahirlah dari rasa fitrah tersebut amalan-amalan khurafat yang wujud semenjak zaman dahulu kala.

Islam kemudiannya datang bukanlah sangat untuk mengajar manusia bahawa di dunia ini adanya tuhan kerana itu merupakan satu fitrah. Tetapi Islam datang untuk meletakkan fitrah manusia di landasan yang betul iaitu mengakui tuhan itu hanyalah Allah SWT.

Jiwa dan rohani manusia dipandu dengan jelas agar mengakui bahawa zat yang layak untuk disembah hanyalah Allah SWT. Pengabdian inilah merupakan misi utama penciptaan manusia. Inilah tujuan hidup manusia yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Tujuan hidup ini tidak dapat disebut oleh mana-mana ahli fikir jika tidak merujuk kepada al-Quran. Ahli-ahli sains mungkin dapat menyebut apakah tujuan air, tanah, api, udara dan sebagainya. Demikian juga seorang ahli perubatan dapat menjelaskan khasiat ubat-ubatan yang dihasilkan.

Namun, tujuan hidup siapakah yang dapat menjelaskan jika tidak Allah SWT sendiri? Sebagaimana seorang yang datang dari ceruk kampung berdepan dengan pelbagai mesin di gudang yang besar, tidak akan mengetahui fungsi setiap jentera dan suis yang dilihatnya kerana tidak mempunyai kemahiran.

Orang yang mengetahui fungsi mesin yang pelbagai itu ialah jurutera yang menciptanya atau sekurang-kurangnya berkemahiran tentangnya. Demikianlah manusia, adalah mustahil seorang manusia mengetahui tujuan dia sendiri diciptakan jika tidak diberitahu oleh kuasa yang menciptakan manusia iaitu Allah SWT.

Untuk memberitahu tujuan hidup inilah, dihantar rasul-rasul kepada manusia dari zaman berzaman. Merekalah yang ditugaskan untuk memandu manusia bagaimana hidup ini perlu diselaraskan sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Jurupandu kepada umat ini ialah para anbiya’ khususnya di akhir zaman ini ialah Nabi Muhammad SAW. Baginda tidak mereka-reka jalan, baginda hanya menunjuk jalan berdasarkan al-Quran.

Bulan Ramadhan inilah yang merupakan bulan penurunan al-Quran. Di antara sifat al-Quran ialah hudan linnas berasaskan firman Allah SWT :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Yang bermaksud : Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang hak dan yang bathil). Surah al-Baqarah, ayat 185

Justeru, puasa sebagaimana ibadat-ibadat lain merupakan keperluan kepada fitrah manusia. Jika sekalipun ugama tidak mewajibkan puasa ini dilakukan, manusia sendiri tentunya akan mewajibkan ke atas diri mereka untuk berpuasa kerana manfaat yang banyak daripadanya termasuklah dari aspek kesihatan.

Apatah lagi jika ia merupakan satu perintah daripada Allah SWT, lebih perlu untuk dilaksanakan sekalipun menempuhi sedikit kepayahan. Tanda taat tunduknya manusia kepada Tuhan mereka ialah mereka sanggup bersusah payah demi membuktikan kepatuhan mereka. Sebagaimana kita bersusah payah untuk anak-anak kita yang kita sayangi, maka demikianlah kita lebih utama untuk bersusah payah demi Tuhan yang kita yakini.

Inilah sebab mengapa setiap amalan di dalam Islam perlu diasaskan kepada niat yang ikhlas. Niat yang ikhlas dalam erti kata lain melaksanakan amalan semata-mata kerana ia merupakan perintah Allah SWT.

Bukan sahaja beribadat seperti solat dan puasa, bahkan berpolitik, berniaga, bersosial, berumahtangga semuanya kerana Allah SWT. Hati perlu sentiasa diasuh untuk meyakini bahawa amalan yang dilakukan bukan kerana budaya turun temurun atau adat resam tetapi hanya kerana Allah SWT.

Manusia perlulah sentiasa yakin bahawa Allah SWT itulah yang bersifat dengan al-Khaliq (Yang Maha Mencipta), al-Baari (Yang Memberikan Kemampuan) dan al-Mushawwir (Yang Memberikan Bentuk).

Keyakinan seperti ini membantu manusia untuk lebih meningkatkan amal ibadat kerana diyakini setiap amalan tersebut dinilai oleh Allah SWT yang menciptakannya. Keyakinan inilah juga yang akan mendorong manusia untuk berpuasa dengan sesungguh hati.

Hilangnya keyakinan ini, hilang jugalah roh dari ibadat puasa tersebut sehingga menghilangkan ganjaran yang disediakan oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

Yang bermaksud : “Betapa ramai orang yang berpuasa tidak mendapat apa-apa daripada puasanya kecuali lapar dan betapa ramai orang yang berqiyam tidak mendapat apa-apa daripada qiyamnya kecuali hanya berjaga malam..” – Riwayat Ibnu Majah

Selain itu, saya menyeru kepada seluruh rakyat Kelantan agar memperbanyakkan amalan membaca al-Quran, bersedekah, qiyamullail dan sentiasalah berzikir mengingati Allah SWT. Semuanya ini seharusnya sentiasa menjadi amalan rutin kita bukan hanya ketika di bulan Ramadhan tetapi sepanjang masa.

Semoga bacaan al-Quran, sedekah, qiyam dan juga zikir yang kita amalkan sentiasa memandu kita di dalam mengurus tadbir hidup ini berpandukan apa yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Semoga Ramadhan pada tahun ini jauh lebih baik dari Ramadhan pada tahun-tahun yang lepas.

Harakahdaily/-

Jawatankuasa sekolah cina desak bina sekolah

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: Ismail Hashim

SHAH ALAM, 11 Ogos: Kerajaan Pusat didesak segera menunaikan janji mendirikan bangunan SJKC Tun Tan Siew Sin di Putra Height dekat sini seperti yang dijanjikan oleh Menteri Pelajaran ketika itu, Datuk Seri Hishammuddin Hussein sejak 2006 lagi.

Jawatankuasa Bertindak Sekolah Cina Putra Height mendakwa akibat dari ketiadaan sekolah jenis itu di situ menyebabkan lebih 500 pelajar terpaksa ke sekolah berkenaan sejauh, paling dekat enam hingga 15 kilometer dari kediaman mereka.

Mereka berkata, jarak sekolah berhampiran pun memakan masa seperti Sekolah Rendah Wawasan sejauh 10 km, Sekolah Menengah di USJ23 (6 km), Sekolah Cina Subang Jaya (16 km), USJ (12 km), Puchong (20 km) dan Petaling Jaya (30 km).

Pengerusinya, Chong Thim Siew berkata demikian dalam sidang akhbar yang diadakan mengenai desakan mereka di Seksyen 7, Putra Height, kelmarin.

“Kami mendesak kerajaan pusat segera mendirikan bangunan sekolah ini agar dapat digunapakai pada sesi persekolahan 2012 kerana keadaan semakin mendesak. Kami mendapat maklumat, kebanyakan sekolah berhampiran juga telah padat untuk sesi 2011.

"Janji tinggal janji sudah empat tahun berlalu sedangkan kami telah tinggal di sini sejak 10 tahun lalu, sedihnya janji dalam majlis sama untuk sekolah di Kulai, Johor sudah pun dapat digunakan,” ujarnya lagi.

Beliau menambah, pada 8 Julai 2006, Hishammuddin mengumumkan akan mendirikan sekolah berkenaan di bawah Rancangan Malaysia ke 9 (RMK9) namun sehingga sekarang, tempoh RMK9 pun hampir tamat, namun tiada tanda-tanda sekolah itu akan didirikan.

Pada pagi itu, ramai kalangan ibu bapa dan rakyat prihatin turut mendesak dengan menurunkan tandatangan mereka untuk dihantar kepada pihak berwajib dalam masa terdekat.

Salah seorang yang ditemui berkata, ini isu pendidikan yang mesti diberikan kepada setiap rakyat negara ini, namun hingga sekarang meski ada lima tapak sekolah yang dicadangkan, yang ada hanya habuk sahaja.

Harakahdaily/-

Idris Ahmad: Awang tak selamat lagi, tapi bacul

1 Ramadhan 1431 H

PAS menolak tuduhan bahawa ia parti dayus sebaliknya mendakwa Awang Selamat adalah seorang dayus dan bacul sehingga tidak berani menzahirkan identitinya yang sebenar.

“Beliau takut menzahirkan siapa sebenarnya beliau, sama ada lelaki atau pondan,” kata ketua penerangan PAS Pusat, Idris Ahmad dalam HarakahDaily hari ini.

Beliau mengulas mengenai kemarahan Awang seperti yang disiarkan oleh Mingguan Malaysia, Ahad lalu kerana PAS berkawan dengan DAP, tetapi menolak Umno.

Kata Idris, PAS mengibaratkan Awang Selamat sudah tidak normal dan hilang fikiran ketika mengeluarkan pandangan mengenai perjuangan parti Islam itu.

“Beliau memang istiqamah melawan PAS sejak daripada PAS bersendirian sehingga PAS bersama Pakatan,” katanya.

Perut, tembolok tertutup

Menurutnya, Awang marah bukan kerana PAS berkawan dengan DAP, tetapi kerana banyak lombong emas Awang semakin terkambus dan tertutup sehingga perut dan temboloknya semakin kurus.

“Dia akan mengadu domba supaya Pakatan Rakyat berpecah maka BN akan meneruskan tradisi menindas rakyat dan memiskinkan rakyat. Mereka hendak memfaqirkan rakyat sama ada harta atau agama,” katanya dalam satu kenyataan akhbar.

Idris juga berkata Awang begitu marah kerana lamaran partinya tidak berbalas, cintanya dengan PAS cinta empat segi.

PAS, tegasnya tidak berminat menerima pinangan Umno kerana PAS sudah ada teman yang lebih baik, kebetulan Umno pula sedang mengidap penyakit berjangkit seperti rasuah, moral mengkhianati harta rakyat dan sebagainya.

'Aurat isteri terdedah'

“PAS ingin mengigatkan kepada Awang Selamat, dayus ialah orang yang takut untuk menegur perkara munkar. Contohnya suami membiarkan isteri mendedahkan aurat,” ujarnya.

Tambahnya, Awang Selamat termasuk dalam golongan dayus dan pondan kerana tidak berani menegur pimpinan Umno yang reda dengan Yahudi Apco.

Katanya, Awang juga dayus kerana senyap sunyi ketika khazanah negara habis difaraid oleh pemimpin negara, ketika tanah negara seluas 217 hektar difaraid kepada Singapura.

Awang menikus ketika Selangor di bawah Umno menutup surau al Rahman di Seksyen 8 Shah Alam dan Surau Ikhwan di Puchong Perdana, katanya.

“Kenapa Awang marah sangat, PAS berkawan dengan DAP? Kalau alasan DAP bukan parti Melayu, apakah MCA, Gerakan sebuah parti Melayu?” soalnya.

Beliau berkata, apa makna Umno parti Melayu tetapi dayus membela agama dan bangsa di mana sejarah dayus Umno yang gagal bela Melayu dan Islam sudah banyak terbukti.

Katanya lagi, jika hendak bercakap soal siapa yang membela Islam dan bangsa di negara ini, maka PAS boleh mendabik dada kerana parti itu lebih bertanggungjawab kepada Islam dan bangsa.

Justeru, ujarnya PAS berpandangan Awang Selamat ialah seorang tali barut kepada Umno yang banyak mencemarkan kemuliaan Islam.

“Orang seperti Awang Selamatlah menyebabkan Datuk Seri Dr Chua Soi Lek tidak dapat faham Islam walaupun berkawan dengan Awang Selamat. Sahlah Awang tidak selamat lagi,” ujarnya.

Malaysiakini/-

ADUN Titi Serong edar jadual berbuka puasa.

1 Ramadan 1431H.


Drs. Khalil sedang menyerahkan jadual berbuka puasa kepada salah seorang peniaga sambil berkata sesuatu yang mencuit hati.


PARIT BUNTAR, 10 Ogos :- Sambutan Ramadan pada tahun ini dikongsi bersama oleh ADUN Titi Serong, Drs. Khalil Idham Lim dengan beliau hadir di Pasar Tani Taman Kerian bagi mengedarkan Jadual Berbuka Puasa kepada semua pengunjung yang hadir.

Pada kesempatan tersebut beliau bersama dengan petugas dari Pejabat Ahli Parlimen dan pejabatnya telah mengedarkan sekitar 600 keping jadual berbuka yang diterbitkan khusus oleh PAS Kawasan Parit Buntar. Selain itu kesempatan tersebut digunakan sepenuhnya oleh Drs. Khalil untuk beramah mesra dan bertanya khabar kepada para peniaga dan pengunjung pasar Tani tersebut.



Drs. Khalil berada dilaluan utama Pasar Tani Taman Kerian untuk mengedarkan jadual berbuka kepada semua yang hadir.

Bertanya khabar kepada salah seorang penduduk dari Taman Desa Aman Jalan Terusan yang hadir pada Pasar Tani tersebut.

PAS bantu perbaharui insuran kenderaan usang

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: Abdul Rahim Sabri

PAS hari ini melancarkan satu jawatankuasa bagi membantu rakyat yang memiliki kereta dan motosikal yang berusia 20 tahun ke atas yang mengalami masalah untuk memperbaharui polisi insurans kenderaan mereka.

Jawatankuasa tersebut dinamakan sebagai Gerakan Bela Rakyat (BELA) selepas kejayaan mereka melancarkan Kempen anti-Saman Ekor (KASE) yang diketuai oleh ahli parlimen Pokok Sena Datuk Mahfuz Omar.

Pengerusi BELA, Salahudin Ayub (kiri) berkata beliau menerima aduan bahawa pemilik kenderaan berkenaan terpaksa mengeluarkan "modal yang besar" untuk memperbaharui polisi insurans berkenaan.

"Isunya, mereka kena mengambil (polisi insurans) daripada Malaysia Motor Insurans Pool (MMIP). Sebelum ini mereka membelinya dengan mudah daripada syarikat-syarikat insurans (yang lain)," katanya dalam satu sidang media.

Selain MMIP, pemilik kenderaan juga hanya boleh mendapatkan perlindungan dengan Unit Asia.

Salahudin yang juga naib presiden PAS mendakwa kenaikan harga memperbaharui polisi insurans kenderaan terbabit mencecah 200 peratus hingga 300 peratus.

Beliau mendakwa soalan-soalan yang ditanya dalam borang insurans tersebut "menyusahkan orang kampung" dan harganya "membebankan rakyat".

Ekoran itu, katanya, ia menyebabkan pemilik kenderaan - dari golongan orang kampung dan berpendapatan rendah - terpaksa mengupah orang untuk mengisi borang tersebut dengan bayaran sebanyak RM20 hingga RM50.

Naik mendadak

"Kalau pergi kepada agen, mereka tidak ada jaminan untuk mendapatkan insurans yang murah sehingga dikenakan bayaran sehingga RM600. Selain itu, kenderaan mereka juga diperiksa di Puspakom dengan upah periksa sebanyak RM50.

"(Lihat bagaimana) beberapa kali beban yang dikena bagi (pemilik) kereta jenis ini. Bagi saya, ini sangat menyusahkan rakyat," katanya sambil menambah polisi insurans tersebut telah diamalkan sejak setahun yang lalu.

Dengan memberi contoh, Salahudin berkata, pemilik van jenis Nissan Vanette 1.5 yang dikeluarkan tahun 1980, pemiliknya terpaksa membayar lebih RM300 ringgit berbanding RM80 sebelum ini, untuk memperbaharui insurans kenderaan mereka.

Kereta jenis Kancil 850 pula, mereka perlu membayar RM216 berbanding RM90 sebelum ini, manakala pemilik motosikal terpaksa membayar RM100 berbanding RM50.

Salahudin mendakwa, masalah lain yang dihadapi oleh pemilik kenderaan terbabit ialah polisi insurans ini hanya boleh didapati di pekan besar sahaja dan tidak terdapat di kawasan kampung.

Menjawab solan, pihaknya setakat ini tidak mempunyai perangkaan yang tepat mengenai bilangan pemilikan kereta dan motosikal yang mempunyai kenderaan yang berusia lebih 20 tahun di seluruh negara.

Sehubungan itu, Salahudin yang juga ahli parlimen Kubang Kerian akan membangkitkan perkara tersebut dalam sidang parlimen yang akan datang.

Salahudin berkata pihaknya akan mengadakan persidangan meja bulat dengan syarikat insurans, institusi penginsuranan, persatuan pengguna dan persatuan automobil bagi mendapatkan pandangan berhubung masalah yang dihadapi oleh pemilik kereta dan motosikal berkenaan.

Menurutnya, antara pihak tersebut adalah Persatuan Insurans Am Malaysia, Malaysia Insurans Institute, Malaysian Insurans dan Takaful Brokers Association, Gabungan Persatuan Pengguna Malaysia (Fomca), Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM), Automobil Association of Malaysia serta wakil Kementerian Kewangan dan Kementerian Pengangkutan.

Persidangan meja bulat

Katanya, persidangan meja bulat itu akan diadakan dalam dalam tempoh sebulan bagi mengutip pandangan sekaligus mencari jalan penyelesaian berhubung masalah yang dihadapi oleh pemilik kenderaan berkenaan.

"Apabila bajet dibentangkan pada pertengahan Oktober ini, saya akan bawa perkara ini kepada pihak kerajaan, untuk kerajaan bertindak segera agar mereka mendapat skim atau polisi insurans yang mereka mampu membayar untuk mendapat perlindungan kepada kenderaan mereka," katanya.

Salahudin berkata kerajaan perlu mempunyai satu polisi yang jelas terhadap dasar automotif negara dan dasar insurans agar tidak meletakkan beban kepada rakyat.

"Kalau kerajaan nak ikut Singapura, kereta (yang digunakan selama) selama 10 tahun, kemudiannya dibuang. Jadi kerajaan (kena) ada satu mekanisme, berapa peratus akan diberikan kepada rakyat, untuk rakyat mendapat kereta yang baru.

"Kerajaan kena ada penyelesaian ini. Satu penyelesaian yang konstruktif yang kerajaan boleh terima (oleh rakyat)," tegasnya.

Malaysiakini/-

Masalah Penduduk Kuala Bagan Tiang dapat perhatian.

1 Ramadan 1431H.



Ahli Parlimen Parit Buntar, Dr. Mujahid Yusuf Rawa, ADUN Titi Serong, Drs. Khalil Idham Lim dan ADUN Kuala Kurau meninjau permasalah Nelayan dan penduduk Kuala Bagan Tiang malam Isnin lepas. Mereka dengan serius mendengar aduan dari wakil penduduk yang hadir mengenai Penguatkuasaan undang-undang oleh Meritiem dan Projek Ternakan Kolam Udang yang mengancam kehidupan mereka.

Ramadan : Mesjid dan Surau terima sumbangan

Dr. Mujahid sedang menyampaikan sumbangan kepada salah seorang wakil mesjid.

Drs. Khalil menyerahkan sumbangan kepada sebuah surau yang terletak dalam DUN Titi Serong.

PARIT BUNTAR, 9 Ogos :- Satu majlis Penyampaian bantuan Pengimarahan Mesjid dan Surau Parlimen Parit Buntar telah diadakan di Mesjid Sungai Kota di sini. Sumbangan tersebut melibatkan keseluruhan 26 Mesjid dan 70 Surau yang terletak dalam Parlimen Parlimen Parit Buntar. Program Tersebut dianjurkan oleh Jawatan Kuasa Mengimarahkan Ramadhan yang dilantik oleh PAS Kawasan Parit Buntar dengan kerjasama Pusat Khidmat Parlimen Parit Buntar, ADUN Titi Serong dan ADUN Kuala Kurau.

Semua Wakil-wakil dari semua Mesjid dan Surau tersebut telah hadir untuk menerima sumbangan. Hadir sama dalam Program tersebut ialah Yang Dipertua PAS Kawasan, Hj. Harun Hj. Hashim, Ahli Parlimen Parit Buntar, YB. Dr. Mujahid, ADUN Titi Serong, Drs. Khalil Idham Lim, ADUN Kuala Kurau, YB. Ab. Yunus Jamhari dan pimpinan PAS Kawasan yang lain.

ADUN Kuala Kurau sedang menyerahkan sumbangan.


Majlis dimulai dengan solat maghrib berjemaah yang diimamkan oleh YDP PAS Kawasan . Sesudah itu diteruskan dengan Ucapan dari YDP PAS Kawasan, ADUN Kuala dan Titi Serong dan terakhir ucapan dan tazkirah dari Ahli Parlimen Parit Buntar.

Selepas Solat Isya secara berjemaah yang diimamkan oleh ADUN Titi Serong, Majlis penyampaian diadakan. Selain itu jamuan ringkas kepada para tetamu diadakan selepas program tersebut.

Firma RM250 juta: Saham dipegang bagi pihak Taib

1 Ramadhan 1431 H

Dua dokumen didedahkan di laman web bagi membuktikan hubungan secara langsung antara ketua menteri Sarawak dengan sebuah syarikat hartanah yang berpangkalan di Amerika Syarikat - Sakti International Corporation.

Laporan sesawang Sarawak Report memuat-naikkan perjanjian bertulis oleh lembaga pengarah Sakti bahawa adik beradik Tan Sri Abdul Taib Mahmud dan anak-anaknya akan memegang kepentingan 50 peratus dalam syarikat itu bagi pihaknya.

Perjanjian itu dimeterai tidak lama selepas syarikat itu ditubuhkan pada 1987 dengan laporan meletakkan nilainya pada RM250 juta (US$80 juta).

Lima proksi berkenaan adalah adik beradiknya Onn dan Ariff, anak perempuannya, Jamilah dan anak-anak lelakinya, Mahmud dan Sulaiman.

Mengikut perjanjian yang bertarikh 8 April, 1988, sejumlah 1,000 unit saham dikeluarkan. Separuh daripada jumlah itu dipegang oleh lima individu berkenaan sebagai amanah kepada seorang yang dikenali sebagai 'Abdul Taib Mahmud'.

Perjanjian itu mempunyai tiga tandatangani - dipercayai oleh Onn, Ariff (meninggal dunia tiga tahun lalu) dan Mahmud.

“Bukan menjadi rahsia, dalam syarikat milik keluarga Taib, ketua menteri itu sentiasa mengelakkan namanya disenaraikan dalam sebarang dokumen,” kata Sarawak Report semalam.

“Beliau selama ini sering-kali mendakwa selaras dengan jawatannya sebagai ketua menteri, beliau tidak mempunyai kepentingan perniagaan. Adalah jelas, bahawa beliau menubuhkan Sakti International, dengan menggunakan alamat rumahnya sendiri di San Francisco.”

Sakti international memiliki beberapa hartanah penting di bahagian pantai barat Amerika Syarikat. Antaranya termasuk bangunan Abraham Lincoln di Seattle - yang antara lain menempatkan pejabat Biro Siasatan Persekutuan (FBI) dan unit anti pengganas Washington Fusion Centre.

“Sistem berkenaan memastikan bahawa Taib Mahmud memiliki separuh daripada saham-saham itu yang dipegang secara amana untuk dirinya sendiri, manakala yang lain memegang tidak lebih daripada 200 saham,” petik artikel itu.

“Dengan cara ini, beliau menguasai syarikat itu secara langsung dengan berpura-pura tidak memilikinya.”

Laman web itu juga mendedahkan satu lagi dokumen - kenyataan saham tempatan yang dimiliki Sakti yang mesti dikemukakan setiap tahun kepada kerajaan California.

Kenyataan yang difailkan pada 17 Sept, 1987 menamakan Taib, Onn dan Ariff sebagai pengarah Sakti pada masa penubuhannya.

Anak sulungnya, Mahmud (Abu Bekir Taib) dinamakan sebagai ketua pegawai eksekutif, setiausaha dan juga ketua pegawai kewangan syarikat itu.

Kedua-dua dokumen itu didedahkan pada perbicaraan mahkamah yang membabitkan Sakti.

Seperti pendedahan empayar hartanah Taib di luar negara, Sarawak Report menggesa ketua menteri itu supaya menjelaskan kekayaan dan bagaimana beliau mendapat dana untuk menguruskan syarikat-syarikat berkenaan.

“Dengan bukti seumpama itu Suruhanjaya Pencegahan Rasuah tidak boleh lagi tidak memperdulikan tuntutan supaya siasatan dilakukan ke atas Raja Sarawak yang berambut putih itu?” akhiri artikel itu.

Malaysiakini/-

rukun puasa

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: AKHISALMAN

Pertama: Niat puasa.

Tempatnya adalah di hati. Syarat sah niat sah puasa bulan ramadan adalah seperti berikut:

1. Niat di waktu malam.Dalilnya hadis Nabi:
Maksudnya: sesiapa yg tidak berniat puasa diwaktu malam sebelum fajar maka tak sah puasanya. (HR Darqutni)

2. Menentukan jenis puasa samda puasa ramadan, nazar atau sebagainya.

3. Berulang setiap malam dlm bulan ramadan.

Adapun puasa sunat tidak perlu tentu jenis puasa dan tak perlu niat malam. Boleh niat puasa sunat sebelum zuhur.

Dalilnya:NAbi bertanya aisyah pd waktu siang: "Ada makanan tengahari? Aisyah menjawab: "Tak da" Nabi bersabda "kalau camtu, aku puasalah.

Kedua: Menahan diri daripada perkara yang membatalkan puasa.

Adab-adab puasa

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: AKHISALMAN

1. Segera berbuka.

Nabi s.a.w bersabda:
“Manusia itu sentiasa dlm kebaikan selagi mana dia menyegerakan berbuka”(HR Bukhari dan Muslim)

Tapi hendaklah dia pastikan sudah masuk maghrib. Jika dia terawal maka dia wajib qada.

2. Berbuka dgn kurma.

Nabi s.a.w bersabda:
“Nabi berbuka sebelum solat dgn beberapa biji kurma muda. Jika takde maka dgn tamar(kering). Maka jika tidak ada maka dgn beberapa teguk air”(HR Tirmizi)

Maka hendaklah dia berbuka dgn kurma dan air kemudian solat maghrib berjemaah (lelaki di masjid dan wanita diumah); kemudian baru makan hidangan berat. Itulah yg seafdalnya kerana berjamaah awal di masjid tiada tara tandingannya.

3. Bersahur.

Nabi s.a.w bersabda:
“Bersahurlah; maka sesungguhnya terdapat keberkatan pada sahur”(HR Bukhari dan Muslim)

4. Meninggalkan percakapan yg tak elok.

Nabi bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

Maksudnya: Sesiapa yg tidak meninggalkan perkataan yg tak elok dan perbuatan yg tak elok ketika puasa maka Allah tidak memerlukan puasanya (tak memberi pahala ganjaran puasanya).(HR Bukhari)

5. Memberikan makan untuk org yg berbuka.

Nabi s.a.w bersabda:

sesiapa yg memberi makan org lain utk berbuka maka diampunkan dosa2nya, membebaskan dirinya dr neraka dan mendapat pahala seperti org berpuasa (yg diberikan makanan) tanpa menjejaskan sedikit pun pahalanya.

Para sahabt bertanya: "Tidak semua dikalangan kami yg mampu untuk menjamu makanan kpd org yg berpuasa?" Nabi menjawab: "Pahala ini diberikan kepada sesiapa yg melakukannya walaupun dia hanya menjamu sebiji buah tamar, steguk air atau susu. (HR Ibnu Khuzaimah)

6. Banyakkan sedekah.

Nabi ditanya: Ya Rasulullah! Sedekah apakah yg paling afdal? Baginda s.a.w menjawab: Sedekah bulan Ramadan. (HR Tirmizi)

Aduan tekanan air rendah di Pekan Tanjung Piandang.

Drs. Khalil sedang mencatat sesuatu sambil diperhatikan oleh beberapa orang warga Cina Pekan Tanjung Piandang yang datang mengadu masalahnya.


TANJUNG PIANDANG : Satu aduan dari penduduk Tanjung Piandang telah diterima oleh Pejabat ADUN Titi Serong mengenai tekanan air yang rendah yang mengakibatkan kebanyakan rumah kediaman dan kedai disekitar Pekan Tanjung piandang terputus bekalan air sekitar jam 9.00 pagi hingga 11.00 pagi.

Satu lawatan pada 30 July telah dilakukan oleh ADUN Titi Serong, Drs. Khalil idham Lim bagi melihat dan bertanya langsung mengenai masalah tersebut. Hasil dari itu sekitar 20 orang penduduk telah ditemui dan mereka kesemuanya mengadu masalah mengenai masalah tersebut dan meminta jasa baik Drs. Khalil untuk mengadu kepada pihak Lembaga Air Perak (LAP).

Perkara yg membatalkan puasa

1 Ramadhan 1431 H
Oleh: AKHISALMAN

1. Makan dan minum.
Makan dan minum walaupun sdikit membatalkan puasa sekiranya senghaja.Kalau tak sengaja maka tak batal walaupun banyak. Ini berdasarkan sabda Nabi s.a.w:

Maksudnya: Sesiapa yg terlupa ketika dia puasa hingga dia makan atau minum maka hendaklah dia sempurnakan puasa tersebut, Sesungguhnya Allah memberi makan dan minum kepadanya. (HR Bukhari dan MUslim).

2. Sampainya benda ke dalam rongga melalui anggota yg terbuka.

Benda: Setiap benda yg boleh dilihat oleh mata.
Rongga: otak atau rongga selepas halkum sampailah ke perut dan usus.
Anggota terbuka: Mulut, telinga, lubang punggung atau atau kemaluan depan.

3. MUntah yg senghaja.
Ini berdasarkan sabda Nabi s.a.w:
"Sesiapa muntah yg tidak disenghajakan makan tak perlu qada puasanya dan sesiapa yg sengja melakukan sesuatu utk muntah sehingga dia muntah mka hendaklah dia qada.(HR Abu Daud)

4. Berjimak dgn senghaja. Kalau terlupa maka tak batal.
5. Mengeluarkan Air mani dgn senghaja. Kalau mimpi sehingga keluar air mani maka tak batal.
6. Haid dan NIfas.
7. Gila dan murtad.

AMK beri amaran kepada UMNO Johor

1 Ramadhan 1431 H
batuvskayu.yahoo.com

SENAI – Angkatan Muda Keadilan (AMK) Johor memberi amaran keras kepada UMNO negeri supaya tidak bertindak luar batasan dengan menyentuh sensitiviti rakyat Johor sehingga menyebabkan Duli Yang Maha Mulia (DYMM) Sultan Johor, Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar, murka.

Amaran itu dikeluarkan selepas Pakatan Rakyat (PR) menemui beberapa kain rentang yang tertera gambar Tuanku di bahagian kiri bawah bersama gambar Pengerusi Parti Keadilan Rakyat (PKR) Johor, Datuk Chua Jui Meng dan Penasihat PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim.

PR mendakwa, kain rentang yang tertera ‘PKR Johor Menyokong penuh Datuk Chua Jui Meng sebagai Pengerusi PKR Johor dan calon MB (Menteri Besar) Johor’, dilakukan UMNO.

Susulan itu, satu laporan polis dibuat AMK negeri di Balai Polis Gelang Patah, kelmarin, bagi mendesak polis melakukan siasatan terperinci berhubung penyebaran poster yang dianggap sebagai mencemarkan imej PR.

Ketuanya, Zabidie Abas berkata, laporan polis itu dibuat di Balai Polis Gelang Patah sebagai langkah susulan berhubung penemuan kain rentang di beberapa daerah antaranya di Muar, Batu Pahat, Pontian dan Johor Bahru.

“Ayat yang tertera di kain rentang itu jelas berunsur perkauman yang boleh menggugat kesejahteraan rakyat terutama rakyat Johor. Jadi di sini kami nafikan penyebaran kain rentang itu dilakukan PKR,” katanya kepada :Sinar Harian:, semalam.

Menurutnya, beliau berharap individu atau syarikat yang menerbit dan mencetak kain rentang itu patut dikenakan tindakan sewajarnya.

“Ini adalah satu tindakan di luar batasan kerana DYMM Sultan Johor telah murka,” katanya.

Terdahulu, Jui Meng mengulas penemuan beberapa poster di sekitar Johor yang meletakkan gambar Jui Meng bersama DYMM Sultan Johor yang mahukan beliau menjadi Menteri Besar Johor didakwanya sebagai ‘kerja’ orang-orang UMNO.

“UMNO tidak tahu undang-undang Johor ke? Untuk jadi Menteri Besar Johor mesti orang Melayu dan Islam, mereka sengaja mahukan DYMM Sultan Johor murka kepada kami,” katanya.-sinar.