09 August 2010

BAB DOA KETIKA ANGIN BERTIUP KENCANG

28 Syaaban 1431H.
http://www.alsofwah.or.id/

Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Aisyah[radiyallahu 'anha], ia mengatakan,


كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم إِذَا عَصَفَتِ الرِّيْحُ، قَالَ: اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا
وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.


"Jika angin bertiup kencang, maka Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam] berucap, 'Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikannya, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan apa yang Engkau kirimkan dengannya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan apa yang Engkau kirimkan dengannya'."

Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan Ibnu Majah de-ngan sanad hasan dari Abu Hurairah[radiyallahu 'anhu], ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] ber-sabda,

اَلرِّيْحُ مِنْ رَوْحِ اللهِ سبحانه و تعالى، تَأْتِيْ بِالرَّحْمَةِ، وَتَأْتِيْ بِالْعَذَابِ. فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهَا، فَلاَ
تَسُبُّوْهَا، وَسَلُوا اللهَ خَيْرَهَا، وَاسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ مِنْ شَرِّهَا.


"Angin itu berasal dari rahmat Allah; terkadang ia datang dengan membawa rahmat dan terkadang dengan membawa bencana. Jika kalian melihatnya, maka janganlah memakinya, dan mohonlah kepada Allah kebaikannya, serta berlindunglah kepada Allah dari keburukannya'."

Aku katakan, Sabda Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam], "(مِنْ رَوْحِ اللهِ)," dengan ra' difathahkan, menurut para ulama, ialah merupakan rahmat Allah kepada para hambaNya.

Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa`i, Sunan Ibnu Majah, dari Aisyah[radiyallahu 'anha],

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِي أُفُقِ السَّمَاءِ تَرَكَ الْعَمَلَ، وَإِنْ كَانَ فِي
صَلاَةٍ، ثُمَّ يَقُوْلُ: اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا. فَإِنْ مُطِرَ قَالَ: اللّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا.


"Bahwa Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam] jika melihat awan di ufuk langit, maka beliau meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang shalat. Kemudian beliau berucap, 'Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.' Jika turun hujan, beliau berucap, 'Ya Allah, aku memohon kepadaMu hujan yang bermanfaat'."

Aku katakan, ((نَاشِئًا, dengan hamzah di akhirnya, ialah awan yang belum berkumpul dengan sempurna. (الصَّيِّبُ) ialah hujan yang lebat. Konon, hujan yang mengalir airnya. Ia (shayyiban) manshub dengan fi'il yang dibuang, yakni As'aluka shayyiban (aku meminta hujan kepadaMu), atau ij'alhu shayyiban (jadikanlah ia hujan).

Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dan selainnya dari Ubay bin Ka'ab[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan, "Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] bersabda,


لاَ تَسُبُّوا الرِّيْحَ، فَإِنْ رَأَيْتُمْ مَا تَكْرَهُوْنَ، فَقُوْلُوْا: اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هذِهِ الرِّيْحِ وَخَيْرِ مَا فِيْهَا
وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هذِهِ الرِّيْحِ وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ.

'Janganlah mencaci maki angin. Jika kalian melihat apa yang tidak kalian sukai, maka ucap-kanlah, 'Ya Allah, aku memohon kepadaMu dari kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada di dalamnya dan keburukan apa yang diperintah-kan kepadanya'." At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih. Ia mengatakan, "Mengenai pembahasan ini terdapat hadits yang diriwayatkan dari Aisyah, Abu Hurairah, Utsman bin Abi al-Ash, Anas, Ibnu Abbas dan Jabir[radiyallahu 'anhum]."

Kami meriwayatkan dengan sanad shahih dalam kitab Ibn as-Sunni, dari Salamah bin al-Akwa'[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم إِذَا اشْتَدَّتِ الرِّيْحُ، يَقُوْلُ: اللّهُمَّ لَقْحًا لاَ عَقِيْمًا.

"Jika angin bertiup kencang, Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] berucap, 'Ya Allah, semoga membawa air, dan bukan membawa kegersangan'."

Aku katakan, (لَقْحًا), yakni membawa air seperti unta yang membawa air. Sementara (العَقِيْمُ) ialah yang tidak ada airnya, seperti hewan mandul yang tidak bisa beranak.

Kami meriwayatkan di dalamnya dari Anas bin Malik dan Jabir bin Ab-dullah[radiyallahu 'anhuma], dari Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam], beliau bersabda,


إِذَا وَقَعَتْ كَبِيْرَةٌ، أَوْ هَاجَتْ رِيْحٌ عَظِيْمَةٌ، فَعَلَيْكُمْ بِالتَّكْبِيْرِ، فَإِنَّهُ يَجْلُو الْعَجَاجَ اْلأَسْوَدَ.

"Jika terjadi peristiwa besar atau angin kencang bertiup, maka bertakbirlah; karena sesung-guhnya ia akan menghilangkan petaka yang mencekam."

Imam asy-Syafi'i[rahimahullah]meriwayatkan dalam kitabnya, al-Umm, dengan sanad-nya dari Ibnu Abbas[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan,

مَا هَبَّتِ الرِّيْحُ، إِلاَّ جَثَا النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَقَالَ: اَللّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلاَ
تَجْعَلْهَا عَذَابًا. اَللّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلاَ تَجْعَلْهَا رِيْحًا.

"Tidaklah angin bertiup kencang melainkan Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam] berlutut seraya mengucapkan, 'Ya Allah, jadikanlah ia sebagai rahmat dan jangan jadikan sebagai petaka. Ya Allah, jadikanlah ia sebagai angin (yang membawa manfaat) dan jangan jadikan sebagai angin (yang membawa bencana)'." Ibnu Abbas berkata, "Dalam kitab Allah[Subhanahu waTa`ala],

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا

"Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka."
(Fushshilat: 16),


إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ

"Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan." (Adz-Dzariyat: 41),

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)."
(Al-Hijr: 22)

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَن يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira." (Ar-Rum: 46).

Asy-Syafi'i [rahimahullah] menyebutkan sebuah hadits munqathi' dari seseorang,

أَنَّهُ شَكَا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم الْفَقْرَ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم : لَعَلَّكَ
تَسُبُّ الرِّيْحَ.


"Bahwa ia mengadu kefakiran kepada Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam], maka Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] mengatakan kepadanya, 'Mungkin engkau mencaci maki angin'."

Asy-Syafi'i[rahimahullah]berkata, "Tidak sepatutnya seseorang mencaci maki angin; karena ia ciptaan Allah lagi patuh kepadaNya, dan salah satu tentaraNya yang Dia jadikan seba-gai rahmat dan petaka, jika Dia menghendaki."

BAB DOA KETIKA BINTANG JATUH

Kami meriwayatkan dalam kitab Ibn as-Sunni dari Ibnu Mas'ud[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan,

أُمِرْنَا أَنْ لاَ نُتْبِعَ أَبْصَارَنَا الْكَوْكَبَ إِذَا انْقَضَّ، وَأَنْ نَقُوْلَ عِنْدَ ذلِكَ: مَا شَاءَ اللهُ، لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.


"Kami diperintahkan agar tidak memperhatikan bintang ketika jatuh, dan agar kita mengata-kan pada saat itu, 'Atas kehendak Allah, tiada kekuatan melainkan dengan seizin Allah'."

BAB TIDAK MENUNJUK DAN MEMPERHATIKAN BINTANG DAN KILAT

Mengenai hal ini terdapat hadits yang disinggung dalam bab sebelumnya.

Asy-Syafi'i[rahimahullah]meriwayatkan dalam al-Umm dengan sanadnya dari orang yang tak tertuduh (kedustaannya), dari Urwah bin az-Zubair[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan, "Jika salah seorang dari kalian melihat kilat atau bintang jatuh, maka janganlah menun-juk kepadanya, dan hendaklah ia menyifatinya saja."
Asy-Syafi'i mengatakan, "Bangsa Arab masih tidak menyukainya (sampai saat ini)."

BAB DOA KETIKA MENDENGAR GUNTUR

Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dengan sanad dhaif dari Ibnu Umar[radiyallahu 'anhu],

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم كَانَ إِذَا سَمِعَ صَوْتَ الرَّعْدِ وَالصَّوَاعِقِ قَالَ: اللّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا
بِغَضَبِكَ، وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذلِكَ.


"Bahwa Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] jika mendengar suara guruh dan petir, maka beliau berucap, 'Ya Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan murkaMu, dan jangan binasakan kami dengan azabMu, serta selamatkanlah kami sebelum itu'."

Kami meriwayatkan dengan sanad shahih dalam al-Muwaththa' dari Abdullah bin az-Zubair[radiyallahu 'anhu] bahwa jika mendengar petir, ia meninggalkan bicara dan berucap,

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

"Mahasuci Allah yang mana petir bertasbih dengan memujiNya, juga malaikat karena takut kepadaNya."

Imam asy-Syafi'i[rahimahullah]meriwayatkan dalam al-Umm dengan sanadnya yang shahih dari Thawus, tabi'in mulia, bahwa ia mengucapkan ketika mendengar petir,

سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحْتَ لَهُ

"Mahasuci Allah yang kepadaNya engkau bertasbih."

Asy-Syafi'i mengatakan, "Sepertinya ia mengisyaratkan Firman Allah[Subhanahu waTa`ala],

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ

'Dan petir bertasbih dengan memujiNya'." (Ar-Ra'd: 13)

Mereka menyebutkan dari Ibnu Abbas[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan,"Kami pernah bersama Umar[radiyallahu 'anhu] dalam suatu perjalanan, lalu kami mendapati petir, kilat dan hujan, maka Ka'ab berkata, 'Barangsiapa mengucapkan, ketika mendengar petir, "Mahasuci Allah yang mana petir bertasbih dengan memuji kepadaNya, juga malaikat karena takut kepadaNya,” sebanyak tiga kali, maka ia diselamatkan dari petir tersebut.' Maka kami membacanya, dan kami pun diselamatkan darinya. "

BAB DOA KETIKA TURUN HUJAN

Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dari Aisyah[radiyallahu 'anha],

أّنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ، قَالَ: اَللّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا.

"Bahwa Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] jika melihat hujan, maka beliau berucap, 'Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat'."

Kami meriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majah, bahwa beliau mengucap-kan,

اَللّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا، مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا.

"Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat," sebanyak dua atau tiga kali.

Asy-Syafi'i[rahimahullah]meriwayatkan dalam al-Umm dengan sanadnya sebuah hadits mursal dari Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam], beliau bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ اِلْتِقَاءِ الْجُيُوْشِ، وَإِقَامَةِ الصَّلاَةِ، وَنُزُوْلِ الْغَيْثِ.

"Carilah terkabulnya doa pada saat bertemunya dua pasukan, saat shalat didirikan, dan saat turun hujan."

Asy-Syafi'i berkata, "Aku telah mendapati banyak orang yang mencari terkabulnya doa pada saat turun hujan dan pada saat shalat didirikan."

BAB DOA SETELAH TURUN HUJAN

Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Zaid bin Khalid al-Juhani[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan,


صَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم صَلاَةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَّةِ فِي إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلِ،
فَلَمَّا انْصَرَفَ، أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ، فَقَالَ: هَلْ تَدْرُوْنَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ:
أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِيْ مُؤْمِنٌ بِيْ وَكَافِرٌ. فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذلِكَ مُؤْمِنٌ بِيْ
وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذلِكَ كَافِرٌ بِيْ مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ.


"Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] mengimami kami shalat Shubuh di Hudaibiyah setelah turun hujan pada malam harinya. Ketika selesai, beliau menghadap kepada jamaah seraya mengatakan, 'Tahukah kalian apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?' Mereka menjawab, 'Allah dan RasulNya yang lebih tahu.' Beliau mengatakan, 'Dia berfirman,'Di antara para hambaKu ada yang datang di waktu pagi dalam keadaan beriman kepadaKu dan ada pula yang kafir kepadaKu. Adapun orang yang mengatakan, 'Kami diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah,' maka itulah orang yang beriman kepadaKu dan ingkar kepada bintang. Sedangkan orang yang mengucapkan, 'Kami diberi hujan karena bintang ini dan itu,' maka itu orang yang ingkar kepadaku dan beriman kepada bintang'."

Aku katakan, Hudaibiyah sudah dikenal, yaitu nama sebuah sumur yang dekat dengan Makkah yang ditempuh dengan perjalanan kaki selama kurang dari sehari. Kata Hudaibiyah boleh dengan mentakhfifkan ya' yang kedua dan boleh mentasydidnya (Hudai-biyah dan Hudaibiyyah). Takhfif (Hudaibiyah) inilah yang shahih lagi dipilih, dan inilah pendapat asy-Syafi'i dan ahli bahasa. Sementara yang mentasydidkannya ialah pendapat Ibnu Wahb dan mayoritas ahli hadits. Kata سَمَاء (langit) di sini maksudnya adalah hujan. Itsr, dengan hamzah dikasrahkan dan tsa' disukunkan, dan ada juga yang berpendapat dengan memfathahkan keduanya, jadi ada dua logat (bahasa) dalam kata ini.

Menurut para ulama, jika seorang muslim mengatakan, "Kami diberi hujan karena bintang demikian," dengan bermaksud bahwa bintanglah yang menciptakan, yang mela-kukan dan yang mengadakan, maka ia menjadi kafir dan murtad tanpa diragukan lagi. Jika ia mengatakannya dengan bermaksud bahwa bintang tersebut adalah tanda turunnya hujan, lalu turun hujan ketika ada tanda ini, sementara turunnya hujan tersebut karena perbuatan dan ciptaan Allah, maka ia tidak kafir. Namun, mereka berbeda pendapat ten-tang kemakruhannya, dan pendapat yang terpilih bahwa ini makruh; karena termasuk kata-kata kaum kafir. Inilah zhahir hadits yang disebutkan kemakruhannya oleh asy-Syafi'i dalam al-Umm dan selainnya. Wallahu a'lam.

Dan dianjurkan untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat ini, yakni turunnya hujan.

BAB DOA KETIKA HUJAN TURUN SANGAT LEBAT (DAN TERUS MENERUS) DAN DIKHAWATIRKAN ADANYA BAHAYA KARENANYA

Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Anas[radiyallahu 'anhu], ia mengatakan,

دَخَلَ رَجُلٌ الْمَسْجِدَ يَوْمَ جُمُعَةٍ، وَرَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ
اللهِ، هَلَكَتِ اْلأَمْوَالُ وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللهَ يُغِيْثُنَا. فَرَفَعَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَدَيْهِ، ثُمَّ
قَالَ: اللّهُمَّ أَغِثْنَا، اللّهُمَّ أَغِثْنَا، اللّهُمَّ أَغِثْنَا. قَالَ أَنَسٌ: (وَلاَ) وَاللهِ، مَا نَرَى فِي السَّمَاءِ مِنْ سَحَابٍ
وَلاَ قَزَعَةٍ، وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ سَلْعٍ (يَعْنِي: الْجَبَلَ الْمَعْرُوْفَ بِقُرْبِ الْمَدِيْنَةِ) مِنْ بَيْتٍ وَلاَ دَارٍ، فَطَلَعَتْ مِنْ
وَرَائِهِ سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ، فَلَمَّا تَوَسَّطَتِ السَّمَاءَ انْتَشَرَتْ، ثُمَّ أَمْطَرَتْ، فَلاَ وَاللهِ، مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ
سَبْتًا. ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذلِكَ الْبَابِ فِي الْجُمُعَةِ الْمُقْبِلَةِ، وَرَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم
قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلَكَتِ اْلأَمْوَالُ، وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللهَ يُمْسِكْهَا عَنَّا.
فَرَفَعَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَدَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: اللّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا. اللّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ
وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ. فَانْقَلَعَتْ وَخَرَجْنَا نَمْشِيْ فِي الشَّمْسِ.


"Seseorang masuk masjid pada hari Jum'at, pada saat Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] sedang berdiri menyam-paikan khutbah, seraya mengatakan, 'Wahai Rasulullah, semua harta binasa dan jalan-jalan ter-putus, maka berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami.' Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] pun mengangkat kedua tangannya, kemudian mengucapkan, 'Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami!' Anas berkata, "Demi Allah, sebelumnya kami tidak melihat ada awan di langit, sementara antara kami dengan Sal' (bukit terkenal yang berada di dekat Madinah) tidak ada rumah atau pemukiman. Lalu muncullah dari balik bukit itu awan seperti perisai. Ketika berada di tengah-tengah langit, ia menyebar kemudian turun hujan. Demi Allah, kami tidak melihat matahari selama seminggu. Kemudian orang tersebut masuk dari pintu yang sama pada hari Jum'at berikutnya, pada saat Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] sedang berkhutbah, seraya mengatakan, 'Wahai Rasulullah, semua harta hancur dan jalan-jalan terputus, maka berdoalah kepada Allah agar menahannya dari kami.' Rasulullah [Shallallahu 'alaihi wasallam]pun mengangkat kedua tanganNya, kemudian mengucapkan, 'Ya Allah, pindahkanlah ke sekitar kami dan jangan di atas kami. Ya Allah, pindahkanlah ke bukit, perut lembah dan tempat tumbuh-nya tumbuh-tumbuhan.' Hujan pun berhenti dan kami keluar berjalan di bawah sinar matahari."

Ini adalah hadits yang redaksinya terdapat pada keduanya. Hanya saja, dalam riwa-yat al-Bukhari menggunakan lafazh: اللّهُمَّ اسْقِنَا, sebagai ganti lafazh: أَغِثْنَا. Betapa banyak faidahnya. Wabillahit taufiq.

Sumber : Ensiklopedia Dzikir Dan Do’a, Imam Nawawi, Pustaka Sahifa Jakarta. Disadur oleh Yusuf Al-Lomboky .

TANDA-TANDA KEMATIAN UNTUK ORANG ISLAM

27 Syaaban 1431H
Email : Savvy Merah

Apabila tajuk ini dihuraikan maka ramai dikalangan kita sukar untuk membaca disebabkan ketakutkan penghuraian ini akhirnya MATI.

Firman Allah SWT; Bermaksud; "Bagaimana kamu kufur (ingkar) dengan Allah dan adalah kamu itu mati maka kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan kemudian kamu dihidupkan kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan"
(Surah Al-Baqarah : Ayat 28)

Adapun tanda-tanda kematian mengikut ulamak adalah benar dan ujud .Cuma amalan dan ketakwaan kita sahaja yang akan dapat membezakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini.

Rasulullah SAW diriwayatkan masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara lansung akan kesukaran menghadapi sakaratulmaut dari awal hinggalah akhirnya hayat Baginda. Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehinggakan beliau mampu menyediakan dirinya untuk menghadapi sakaratulmaut secara sendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bahagian tubuh dan kepala sahaja beliau telah memanggil abangnya iaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya.

Adapun riwayat -riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walaubagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam sahaja manakala orang-orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah nyawa mereka ini akan terus di rentap tanpa sebarang peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT.

Adapun tanda-tanda ini terbahagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum hari mati.

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya.

Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja.

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.

Contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat.

Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari mati

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.

Maka malaikatmaut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa.

Akan terjadi malaikatmaut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

Adapun malaikatmaut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri.

Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi.

Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masukke dalam.

Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda Akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum.

Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

PENUTUP

Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan samada dari Allah SWT mahupun dari manusia sendiri dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita.

Walaubagaimanapun sesuai dengan sifat Allah SWT yang Maha Berkuasa lagi Maha Pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh Mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa iaitu samada doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain.

Namun ianya adalah ketentuan Allah SWT semata-mata. Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan masa dan kesihatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari keredhaan Allah SWT samada di dunia mahupun akhirat. Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah dan silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.

Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak 5 Kali

1. Aku rumah yang terpencil, maka akan senang dgn selalu membaca Al-Quran.

2. Aku rumah yg gelap, maka terangilah aku dgn selalu sembahyang malam.

3. Aku rumah penuh tanah dan debu, bawalah amal soleh yg menjadi hamparan.

4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.

5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nankir, maka banyaklah bacaan "Laa illallah, Muhammadur Rasulullah" supaya kamu dapat jawapan kepadanya.

TUTUP PUSAT HIBURAN, BINI MEREKA `TELANJANG'

27 Syaaban 1431H.
Oleh: WFAUZDIN NS

SEMPENA bulan Ramadhan ini nanti, apa kata kita cadangkan kepada semua isteri pemimpin Umno agar menutup aurat mereka masing-masing? Aku bukan apa, cuba nak tiru sikit kempen oleh sekumpulan anak muda yang baru-baru ini berhimpun meminta Kerajaan Selangor menutup semua Pusat Hiburan dan Rumah Urut di Selangor sepanjang Ramadhan ini nanti.

Lojiknya, sebelum kesemua itu ditutup lebih baik tutup dulu `kemaluan' isteri pemimpin-pemimpin Umno yang mengaku Islam itu. Tidak malukah kita bangunan atau Pusat Hiburan dan Rumah Urut ditutup, sedangkan `kemaluan' atau aurat isteri kita `telanjang'. Jika sudah isteri sendiri pun tidak dapat kita kawal, apa cerita mahu kawal yang di luar sana. Itu cadangan sahaja.

Sebenarnya itu kewajipan bukan di Bulan Ramadhan sahaja mahu menutup aurat. Tetapi, sekadar mahu melatih bini-bini mereka yang suka `bertelanjang' ini eloklah bermula di Bulan Ramadhan. Gamaknya, Rosmah dan Shahrizat setuju tak? Dan, apa kata Harussani pula gamaknya ye?/wfauzdin.blogspot.com

`KUMPULAN JIHAD' DI BULAN RAMADHAN AKAN BERDEMONTRASI DI DEPAN PEJABAT MUFTI PERAK PULA ?

27 syaaban 1431H.
Oleh: WFAUZDIN NS

SEKUMPULAN Pemuda yang menggelarkan diri mereka `Gagasan Anak Muda' telah berhimpun di hadapan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah baru-baru ini kununnya menentang kemungkaran di Bulan Ramadhan. Tahniah, kepada mereka kerana memilih Selangor.

Saya tidak pasti samada kumpulan `Jihad' ini wujud atau tidak semasa era Anak Toyo menjadi MB Selangor. Kurang pasti pula saya samada kumpulan ini bergerak atau tidak di negeri-negeri lain yang diperintah oleh Umno parti yang mengaku cintakan Islam itu. Mungkin di negeri yang diperintah oleh Umno tidak menarik minat mereka kerana negeri-negeri tersebut kini telah pun melaksanakan hukum Islam sepenuhnya.

Pilihan mereka adalah Selangor dan sememangnya Selangor kini ibarat `gadis sunti' yang amat cantik rupawan. Jika dahulu `gadis sunti' ini dipenuhi oleh kurap dan panau seluruh badan kini tubuh badannya sudah dibersihkan. Maka, ramailah yang tergoda dan terliur memandangnya. Jika tidak, masakan orang Pekan, Pahang tiba-tiba mahu berada di Selangor untuk `mengorat' si`gadis sunti' berkenaan.

Biarlah mereka berkampung di Selangor dan berusaha untuk menggoda `gadis sunti' yang cantik itu. Kita masih ingat dahulu, ketika Umno menumpukan seluruh kekuatannya di Kelantan untuk merampas negeri di bawah PAS itu, tiba-tiba beberapa negeri lain tumbang. Umno mendapat aib besar pula di Kelantan.

Berselerakah `gadis sunti' ini kepada Umno yang pernah membiarkan tubuhnya dipenuhi kurap dan panau? Sehingga datang PR yang bersusah payah membersihkan tubuhnya sehingga menjadi cantik rupawan seperti sekarang, tiba-tiba Umno datang terhegeh-hegeh?

Kepada kumpulan anak muda `Gagasan' yang mahu `berjihad menentang maksiat' di Bulan Ramadhan itu kita ucapkan selamat berjuang. Mungkin mereka lupa mahu menjemput `Ulamak Muda' yang baru menyertai Umno itu untuk turut bersama berdemontrasi.

Selepas ini, apa kata `Gagasan' ini merantau ke Perak berjumpa Harussani dan nasihatkan Mufti tersebut agar Kerajaan Umno Perak juga menutup kesemua Pusat Hiburan dan maksiat sepanjang Bulan Ramadhan nanti. Lepas Ramadhan nanti, bolehlah sambung semula maksiat itu kerana itulah yang diajar oleh Apco gamaknya./ wfauzdin.blogspot.com

APABILA YB KHALID DARI PAS PULA MENJADI MB SELANGOR

27 Syaaban 1431H.
Oleh: WFAUZDIN NS

ANDAINYA ditakdirkan PAS memerintah Selangor suatu hari nanti, selain dari Pesuruhjaya PAS Dr Hassan Ali tokoh yang paling layak difikirkan untuk menduduki kerusi MB Selangor pada pandangan saya adalah YB Khalid Samad. Ketokohan beliau amat terserlah walaupun penuh dengan kontroversi.

Beliau seorang yang tegas, berprinsip dan berani di samping disukai oleh berbagai kaum. Keberanian beliau seperti kelihatan menungkah arus di dalam PAS, namun apa yang beliau lakukan sebenarnya tidak pernah melanggar dasar PAS. Cuma mungkin gerak geri beliau kelihatan ganjil pada pandangan beberapa pemimpin dan penyokong PAS yang sebelum ini tiada pemimpin PAS yang berani bertindak seperti beliau.

Hubungan baik beliau dengan pemimpin dari PR kadangkala dilihat lebih mesra dari pemimpin PAS sendiri. Namun, beliau tetap menerima segala arahan dari partinya walaupun kadangkala berlawanan dengan prinsipnya. Wala' beliau pada pimpinan amat tinggi sehingga beliau sanggup hilang jawatan, namun berpaling dari perjuangan tidak sama sekali.

Keberaniannya menjejakkan kaki ke kilang arak terbesar di Shah Alam mungkin mencetuskan kontroversi lagi. Baca di sini. Tetapi adakah itu satu kesalahan kepada aturan dan disiplin PAS? Mungkin dari segi mengelakkan fitnah, lebih baik YB Khalid tidak berbuat demikian namun selaku MP Shah Alam, apa pilihan yang beliau ada untuk menyelesaikan satu-satu isu? Beliau telah bertindak bijak untuk turun sendiri ke sana bagi mendapatkan maklumbalas sebenar dari pemilik kilang arak tersebut.

YB Khalid Samad bukan tokoh Ulamak, tetapi tidak semua tokoh Ulamak dalam PAS mampu bertindak berani seperti beliau. Keberaniannya tidak kalah dengan Tuan Guru Nik Aziz di dalam memperkatakan sesuatu walaupun kadangkala tidak berkenan di mata sahabat-sahabatnya di dalam PAS. Apa yang penting, ke mana pun beliau pergi dasar dan prinsip PAS tetap digenggam erat oleh beliau. Inilah tokoh PAS yang layak ditabalkan menjadi MB Selangor suatu hari nanti, InsyaAllah./wfauzdin.blogspot.com

Soi Lek’s True Partnership ( Tahaluf Siasi) With Umno’s Psuedo Islam

27 Syaaban 1431H.
By : Nash Ar-Rawy
( www.twitter.com/adnanrawa )
( www.nasharrawy.blogspot.com )

It’s nothing peculiar about Soi Leks’ womanizer’s tongue as to Umno’s pseudo Islam . Where is now “ Bersih Cekap and Amanah” , Islam Hadhari ; all ‘cabut lari’ because it has got no substance but merely a show case and cosmetic nature . Islam is not corrupted as claimed by the womanizer’s tongue . But MCA is corrupted as in PKRZ and MIC in Maika Holdings scandals ; likewise UMNO RM52 Billion Bumiputra’s Shares gone with the wind untraceable , KWSP/Bakun cronies BN’s vultures, BMF, Perwaja Steel, Felda , etc.

These are the scandals after scandals of MCA, MIC and UMNO ; UBN’s crystal clear corruption which have made the lost of MIC, MCA and Umno leaders in the 12th GN. Sooner BE END in the 13th GE: with the grace of god .Precisely it’s not due to Islam and PAS . A stupid and Islamopobia perception of Soy Lek and UBN against ‘ Islam Just For All” which is accepted by the masses not UBN’s racist and chauvinist political agenda .Samy said ,”Islam apa boleh buat! BN juga kasi pembangunan! And applause by the stupid umno’s followers.

PAS contention is in line with Keadilan and DAP’s policy of ‘Justice For All ‘. Soy Lek has made a big mistake by comparing “ Islam Just For All” regardless of race , ethnic and religion in PAS/ PAKATAN to cosmetic pseudo Islam in UMNO and understood by UBN. Islam is against corruption, racism, religious extremism and cronyism of any kind . Here is where PAS political stand and PAS Political Pact ( Tahaluf Siasi) with DAP , Keadilan, and SNAP in PAKATAN RAKYAT which is definite and final.

Transparency International recognizes PAS/ Pakatan 20 yrs rule in Kelantan as ‘ZERO CORRUPTION” . Corrupted States of UBN’s rule and Federal Rule is left far behind with it’s racist , scandals and cronies political game being cover-up with it’s traditional deceiving the rakyat in one Malaysia. Contradicts with Nasir Safar PM’s strong-man words, “ Indians are beggars and Chinese are prostitutes immigrans ; whereas they are all Malaysians and enjoy their rights as citizens as provisioned in the Federal Constitution together with Islam as the official religion , the royalties , Bahasa Melayu and Malay special rights as well as other race rights and freedom of religion which are upheld by Pakatan leaders.

Soy Lek’s womanizing Islam coincides with Umno’s astray deviant policies. Dr. Mashitah of Umno religious scholar once said that , “ Woman may become a prostitute in the case of emergency “ Mahathir and his transgressed leaderships said , “ If Hudud law is implemented there will be leg sups found everywhere” Whereas stealing in Islamic law requires 2 eye witness , and in sodomy and adultery 4 eye witness. Umno has sodomized and womanized Hudud Law in Sodomy by violating the implement of Qazaf ( failure to produce 4 eye witness) in its accusations towards DSAI by the syariah court under Umno’s pseudo ‘Islamic Law ‘(BN’s Law not Islamic Law )

But Kelantan and Trengganu has legalized Hudud Law under PAS rule but was threatened by the Federal Government if it’s being implemented. Thus , the green-light to implement Hudud Law is by dethrone UBN as the Federal Government through Pakatan. Non muslims don’t have to worry at all of Umno’s/UBN’s threats of ‘Islamophobia ‘ because Hudud is only meant for the muslims only being the believers of Islam and non-muslim could freely opt to the present civil law as ordained in the Holy Qur’an ; “ La iqro hafiddeen “ ( There’s no compulsion in religion) for the non-muslims , Ofcorse, muslims will have to abide as true muslims not as munafik ( hypocrites).

Thus , for Soy Lek to womanize Islam and distrust PAS is nothing new in UBN because Umno as a deviant party has done it a long time ago making religion a mockery and it’s political game and entrapment by accusing PAS as defiant and later asking PAS a hand of political pack. Whereas PAS is stern with his friends and political pact ( Tahaluf Siasi ) with DAP , Keadilan, and SNAP in PAKATAN to snap UBN out of Putrajaya and the parliament in the next 13th GN. By the grace of God .

Chinese and Indian electorates has ousted MCA and MIC leaders and it’s up to the Malay votes to dethrone Umno as well . Middle class , urban Malays and educated cyber knowledge Malays could not be fooled by Umno except for the Malays in the remote areas, Felda settlers ( which are now being enlightened ) and postal voters are yet to make a swing in the coming 13th GE. A promising’ wheel turned ‘ for PAKATAN because racism is no more a political entrapment weapon for Umno/UBN . BE END for BN in the coming 13th GE following the foot-steps of Congress, Golkar and LDP by the grace of God.Thus, no party is permanent in this world .It’s the right time now for UBN to BE End and take the place of the opposition.

“ GOD IS THE GREATEST! “ “ ISLAM JUST FOR ALL “

By : Nash Ar-Rawy/8.8.10 ( www.twitter.com/adnanrawa) www.ureka.asia)
( www.nasharrawy.blogspot.com)
( www.nasharrawy.webs.com )
Ym Chat/email: nasharrawy@yahoo.com

Sukan dalam Islam, galakan dan etika

27 Syaaban 1431H
Oleh : Akhisalman

Sukan dalam Islam

Islam menggalakkan sukan berdasarkan nas2 berikut:-

1) Islam menggalakkan ummatnya untuk sihat dan kuat. Firman Allah swt:

“Dan hendaklah kamu bersedia untuk berjihad semampu mungkin dengan menghasilkan kekuatan…” (60 : al-Anfal)

2. Al-Quran memuji tubuh badan yang gagah dan memanggapnya sebagai suatu kelebihan. Firman Allah swt:

“Dan Allah telah menambahkan kekuatan ilmu dan tubuh badan pada diri talut.” (247 : al-Baqarah)

3) Orang yang kuat tubuh badannya lebih disukai oleh Allah. Nabi saw bersabda:

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف ، وفي كل خير

Maksudnya: “Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah dari orang beriman yang lemah. Kedua-duanya ada kebaikan.” (Hr Muslim –sahih)

4) Nabi saw menyertai permainan dan sukan yang dimainkan sahabat-sahabatnya. Ini jelas dari hadis berikut:

مر النبي صلى الله عليه وسلم على نفر من أسلم ينتضلون ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ارموا بني إسماعيل فإن أباكم كان راميا ، ارموا وأنا مع بني فلان. قال فأمسك أحد القريقين بأيديهم ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما لكم لا ترمون؟ قالوا: كيف نرمى وأنت معهم؟ فقال النبي صلى الله : ارموا فأنا معكم كلكم.

Maksudnya:

“Nabi saw lalu sekumpulan sahabat yang sedang memanah. Nabi saw bersabda “ Memanahlah hai Bani Ismail, sesungguhnya datuk kamu Nabi Ismail as adalah pemanah. Memanahlah dan aku bersama bani fulan (salah satu kumpulan pemanah). Lalu kumpulan yang satu lagi berhenti memanah. Rasulullah saw bertanya “ Kenapa kamu tidak memanah?” Bagaimana kami hendak memanah sedangkan kamu bersama mereka?” Nabi saw menjawab “Memanahlah, aku bersama kamu semua.”(Hr Bukhari – sahih)

5) Nabi saw telah bersukan dengan isterinya Aisyah ra. Aisyah ra telah meriwayatkan hadis berikut:

أنها كانت مع النبي صلى الله عليه وسلم في سفر قالت : فسابقته فسبقته على رجلي ، فلما حملت اللحم سابقته فسبقني. فقال : هذه بتلك السبقة.

Maksudnya: "Suatu ketika Aisyah bersama Nabi saw dalam permusafiran. Aisyah berkata “Aku berlumba lari dengannya dan aku dapat mengalahkannya. Setelah mana aku berisi, aku berlumba lari sekali lagi dan baginda dapat mengalahkanku.” Nabi saw bersabda “Kemenangan kali ini membalas kekalahan yang lepas.”(Hr Abu Daud)

6) Nabi saw menggalakkan sahabat2nya bermain dan menonton permainan mereka bersama Aisyah ra. Ini jelas dari hadis berikut yang diriwayat oleh Aisyah ra:

لقد رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يسترني بردائه وأنا أنظر إلى الحبشة يلعبون في المسجد حتى أكون الذي أسامه

Maksudnya: “Sesungguhnya aku telah melihat Nabi saw menutupiku dengan kain selendangnya dan aku sedang melihat orang-orang habsyah yang bermain di masjid sehingga aku membuatnya jemu.” (Hr Bukhari dan Muslim)

Etika sukan dalam Islam

1. Permainan tersebut hendaklah yang dibenarkan syara’. Permainan yang haram adalah seperti melaga2kan binatang kerana Nabi saw menegah dari melaga2 binatang. (Hr Abu Daud – daif).

2. Pakaian yang digunakan hendaklah menutup aurat. Bagi Wanita hendaklah pakaian tersebut tidak ketat sehingga menampakkan tubuh badan dan tidak jarang.

3. Tidak ada perjudian dalam permainan. Setiap peserta mengeluarkan duit untuk diberi hadiah kepada pemenangnya adalah diharamkan.

4. Tidak melalaikan sehingga menyebabkan meninggalkan benda yang wajib seperti kewajipan solat. Firman Allah swt:

“Dan celaka bagi orang yang lalai dari melakukan solatnya (sehingga solat diluar waktu.” (4 : al-Ma’un)

5. Tidak ada perkara yang membahayakan diri sendiri dan manusia lain. Nabi saw telah bersabda:

لا ضرر ولا ضرار

Maksudnya: “Tidak boleh melakukan perkara yang memudaratkan diri kamu dan orang lain.” (Hr Ibnu Majah dan ahmad – sahih)

6. Tidak ada percampuran lelaki perempuan yang dilarang. Percampuran yang dilarang adalah yang ada sentuhan lelaki dan perempuan. Nabi saw bersabda:


لأن يطعن رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس أمرأة لا تحل له


Maksudnya: “Dicucuk kepala seseorang dengan jarum besi lebih baik dari dia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hr Tabrani)

7. Sukan wanita yang boleh membawa fitnah kepada lelaki seperti berenang hendaklah tidak ditonton oleh lelaki samada secara langsung atau pun tidak. Dr Yusuf Qardawi menyatakan:

“Permainan yang dilakukan wanita seumpama berenang, gimnastik, luncur ais, tarian ballet, lumba lari, lompat jauh dan sebagainya, harus diadakan sesama wanita dengan syarat2nya. Tidak ada lelaki yang bukan mahram melihat sukan wanita seumpama ini. Oleh kerana itu sukan-sukan wanita seumpama berenang, gimnastik dan seumpama dengannya haram disiarkan dan ditonton oleh lelaki yang bukan mahram.”

Rujukan: Sofwatut Tafasir oleh sobuni, Mausu’ah at-Tibbiah al-Feqhian oleh Dr Ahmad Kan3an, Feqhul Lahwi Wat Tarwih dan al-Halal wal Haram oleh Dr Yusuf Qardawi dan al-Al’ab ar-Riadiah ahkamuha wa dawabituha fil Feghil Islami oleh Ali Husein Amin.